Pengusaha Perak Asli Bertahan di Tengah Imitasi
- 23 Sep 2025 14:50 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Di tengah maraknya toko berlabel jual beli perak namun sebenarnya hanya menjual aksesoris imitasi, seorang pengusaha perak di Pasar Wage Purwokerto, Aloy, tetap konsisten mempertahankan keaslian produknya sejak tahun 2006. Aloy menjelaskan, pasokan perak yang ia jual sebagian besar diperoleh dari Jakarta, bahkan ada yang diimpor dari Tiongkok.
Sementara itu, barang lokal seperti hasil produksi dari Bandung tetap dipasarkan dengan harga lebih terjangkau. Saat ini, harga perak berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 65 ribu per gram, tergantung kualitas dan asal produk.
“Karena harga emas naik jadi perak ikut naik, yang tadinya pergram Rp 25 ribu sekarang menjadi Rp 35 sampai 65 ribu,” kata Aloy pada Selasa (23/09/2025).
Meski harga emas terus naik, namun hal tersebut tidak berdampak bagi pasar perak. Penjualan perak hanya mengalami sedikit kenaikan dibandingkan masa sebelum pandemi.
“Kalau dulu sekitar tahun 2015, penjualan masih ramai pembeli tapi semenjak ada pandemi covid hingga sekarang penghasilannya tidak terlalu besar,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan usahanya itu mendapat keuntungan utama yang diperoleh dari potongan harga per gram dan presentase harga. Aloy berharap pemerintah dapat mendukung penjualan pasar perak agar lebih kembali ramai pembeli, dan membantu menstabilkan harga emas dipasar.
“Harapan kedepannya penjualan bisa lebih baik lagi, dan pemerintah bisa menstabilkan harga,” katanya. (Agita Budi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....