Jemaah Tani Kembaran Belajar Budi Daya Pisang Cavendish
- 10 Sep 2025 09:40 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Jemaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kembaran, Kabupaten Banyumas, mendapat pelatihan budi daya pisang cavendish semiorganik.
Pelatihan ini diberikan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui program pengabdian bertema tema “Pemberdayaan Jemaah Tani Muhammadiyah melalui Agribisnis Pisang Cavendish Berbasis Green Entrepreneurship.”
Program ini didanai Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025.
Pada kesempatan kali ini, kegiatan pelatihan dipusatkan di lahan milik simpatisan Muhammadiyah di Kecamatan Kembaran. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas kader Jatam dalam pengelolaan agribisnis berbasis green entrepreneurship, khususnya melalui budi daya pisang cavendish semiorganik.
Ketua PCM Kembaran, Ir. Sugiyatno, M.M., menyambut antusias inisiatif ini. Ia berharap program tersebut dapat menjadi percontohan pengembangan ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan kesejahteraan kader dan masyarakat.
“Setelah pelatihan ini, kami berharap peserta mampu mengelola lahan pertanian PCM sekaligus menginisiasi unit usaha kreatif berbasis agribisnis pisang Cavendish semiorganik. Kami yakin semangat ini akan menumbuhkan karya dan manfaat yang lebih luas,” kata Sugiyatno dalam keterangan tertulis, Rabu (10/9/2025).

Sementara itu, ketua tim pengabdian, Dr. Anis Shofiyani, S.P., M.P., menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan kewirausahaan.
“Kami ingin peserta tidak hanya mampu membudidayakan pisang Cavendish, tetapi juga melihat potensi bisnisnya. Harapannya, ini bisa menjadi bekal kemandirian ekonomi bagi jemaah,” ucap Dr. Anis.
Lebih lanjut, Dr. Anis menyebut program ini akan berlanjut dengan pelatihan lanjutan, di antaranya pembuatan pupuk organik cair sebagai substitusi pupuk kimia, pemasaran digital, dan akuntansi sederhana dalam agribisnis pisang Cavendish. Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi lintas fakultas dari FEB dan FPP UMP.
Berbeda dari budidaya cavendish pada umumnya, metode semiorganik yang diperkenalkan dalam program ini menawarkan keunggulan dari sisi kualitas buah, ramah lingkungan, serta daya saing di pasar.
“Budidaya semiorganik ini tidak hanya menghasilkan pisang berkualitas, tetapi juga memiliki nilai tambah dalam aspek ekonomi dan kesehatan. Dengan tren pasar internasional yang terus berkembang, hal ini bisa menjadi peluang peningkatan pendapatan petani,” tutur Dr. Anis.
Program ini sekaligus mencerminkan sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk menjawab tantangan ekonomi dan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....