Layar Kelas Boyong Film URUP di Hetero Fest 2026
- 06 Okt 2026 11:38 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Komunitas Layar Kelas kembali menyapa pencinta film melalui program Sowan edisi kedua dalam rangkaian Hetero Fest 2026 di Lapangan Hetero Space Purwokerto, Minggu (4/10/2026). Melalui Sowan kali ini, Layar Kelas menghadirkan pemutaran perdana film dokumenter pendek berdurasi 32 menit berjudul URUP.
Ketua Layar Kelas sekaligus Ketua Pelaksana Sowan 2, Hasna Aulia Dinda Nawangsih, mengatakan bahwa pemutaran ini bertujuan mempertemukan karya sinema dengan penontonnya secara langsung. Karya tugas akhir mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman garapan sutradara Indah Setiowati tersebut dinilai penting untuk mendapatkan apresiasi publik agar tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademis.
Film URUP mengisahkan perjalanan Maestro Lengger Narsih serta keberlangsungan seni Lengger Banyumasan di tengah arus modernisasi. Pengangkatan isu kebudayaan lokal ke ruang apresiasi sinema dianggap krusial karena film memiliki daya pikat dan pengaruh yang kuat terhadap masyarakat.
"Pengangkatan isu budaya melalui pemutaran film alternatif seperti ini penting agar masyarakat bisa lebih mengenal budayanya sendiri. Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga kebudayaan tersebut," ujar Hasna.
Hasna menambahkan bahwa Layar Kelas melihat film pendek sebagai media yang sangat efektif untuk memperkenalkan persoalan budaya lokal kepada masyarakat. Pengemasan cerita dalam film pendek dianggap mampu mengajak audiens secara lebih dekat melalui sajian visual yang menarik.
Bagi generasi muda, perpaduan elemen audio dan visual dalam film pendek dinilai mampu memberikan pengalaman emosional yang mendalam. Hal tersebut dapat menimbulkan kepedulian serta kesadaran anak muda untuk terus menjaga dan mewariskan tradisi daerahnya.
Selain menyajikan tontonan, pemutaran film kali ini sengaja dirancang agar penonton tidak hanya menikmati jalan cerita, tetapi juga mendalami isu di dalamnya. Layar Kelas menghadirkan ruang dialog yang ramah untuk membahas pesan sosial dan kebudayaan yang ada dalam karya tersebut.
"Layar Kelas tidak hanya memutarkan film, tetapi juga membangun ruang diskusi yang terbuka dan santai. Kita mempertemukan film dan filmmaker-nya langsung dengan penonton agar terjadi dialog, pertukaran ilmu pengetahuan, serta diskusi budaya di ruang tersebut," tutur Hasna.
Pendekatan inilah yang menjadi pembeda utama antara pemutaran film oleh komunitas dengan pemutaran di bioskop komersial yang berorientasi hiburan semata. Komunitas menciptakan wadah edukasi serta apresiasi dua arah yang melibatkan pembuat film dan penonton dalam satu ruang apresiasi.
Hasna berharap Layar Kelas dapat kembali hadir dalam gelaran Sowan ketiga pada Hetero Fest tahun mendatang. Pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan karya-karya sinema lokal yang berkualitas serta menjangkau partisipasi penonton yang lebih luas. (Devi Izzati Putri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....