Sendratari “Bulan Retak di Langit Maespati”, Dekatkan Kesenian pada Generasi Muda

  • 03 Okt 2026 20:23 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Kesenian tradisional Banyumas mendapat sentuhan baru dalam gelaran Hetero Fest 2026 yang berlangsung di Hetero Space. Salah satu pertunjukan yang menarik perhatian penonton adalah Sendratari Jagabayan bertajuk "Bulan Retak di Langit Maespati".

Pertunjukan tersebut tidak hanya menampilkan unsur tari tradisional, tetapi juga dikemas dengan konsep garap dan sentuhan modern. Konsep tersebut menjadi salah satu upaya untuk membuat kesenian Banyumas lebih dekat dan mudah diterima oleh generasi muda.

Sambutan disampaikan oleh Sekretaris Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas Jarot Setyoko dalam rangkaian acara ini. Ia mengatakan bahwa pertunjukan Sendratari Jagabayan sengaja dimodifikasi dengan sentuhan modern untuk menjawab kebutuhan dan karakter generasi saat ini.

"Penampilan ini kami buat dengan konsep garap dan sentuhan modern. Tujuannya bagaimana kita bisa mendekati anak muda dengan memodifikasi tariannya, sehingga ini bisa menjawab kebutuhan Gen Z maupun Gen Alpha dan akhirnya kesenian Banyumas tetap lestari," ujar Jarot Setyoko.

Konsep tersebut terlihat dari perpaduan unsur tradisional dengan pengemasan pertunjukan yang lebih modern. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton, terlebih mayoritas pengunjung Hetero Fest 2026 dalam penampilan Sendratari Jagabayan ini didominasi oleh kalangan muda.

Salah seorang pengunjung, mengaku tertarik menyaksikan pertunjukan tersebut karena pengemasannya berbeda dari bayangannya mengenai pertunjukan tari tradisional.

"Awalnya saya kira pertunjukan tari tradisional bakal terasa serius dan susah dipahami. Tapi ternyata setelah melihat penampilannya, justru menarik karena ada sentuhan modernnya. Jadi lebih mudah dinikmati anak muda," kata Aulia.

Senada dengan hal tersebut, pengunjung lainnya menilai bahwa inovasi dalam pertunjukan tradisional penting agar kesenian daerah tidak hanya dikenal oleh generasi sebelumnya.

"Menurut saya bagus kalau kesenian tradisional dikemas lebih kekinian, bukan berarti menghilangkan tradisinya. Justru dengan seperti ini anak muda jadi penasaran dan mau mengenal budaya Banyumas lebih jauh," ucap Raka.

Kehadiran Sendratari Jagabayan "Bulan Retak di Langit Maespati" di Hetero Fest 2026 menunjukkan bahwa kesenian tradisional dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa harus kehilangan identitas budayanya.

Melalui kreativitas dan sentuhan modern, kesenian Banyumas diharapkan tidak hanya menjadi warisan budaya yang dikenang, tetapi juga tetap hidup, dinikmati, dan dikenal oleh generasi muda hingga generasi berikutnya. (Jihan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....