Puri Taji ‘Kudi Mas’ Banjarnegara Gelar Pameran dan Bincang Budaya Keris
- 31 Agt 2026 07:18 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarengara - Paguyuban pelestari tosan aji (Puri Taji) Kudi Mas Banjarnegara menggelar Pameran dan Bincang Budaya bertajuk "Keris Menceritakan Perjalanan Sejarah Bangsa",di balai Kelurahan Karangtengah, Minggu (30/8/2026).
Bincang budaya diikuti lima puluhan aktivis, antara lain unsur: Permadani, Bambu Aji, para budayawan, seniman, pemerhati sejarah, mahasiswa KKN dan masyarakat sekitar.Pameran sehari tosan aji terbuka untuk umum. Kudi Mas berkolaborasi dengan Karangtaruna Kelurahan Karangtengah yang menyelenggarakan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan tajuk Harmony Budaya #3.
Ketua Kudi Mas Banjarnegara, Sagiyo, menerangkan bahwa ajang pameran dan diskusi merupakan edukasi budaya untuk menjernihkan stigma negatif yang kerap mengaitkan keris dengan perihal mistis, sekaligus mengembalikan pemahaman serta memaknai pesan eksoteris keris sebagai warisan karya adiluhung bangsa yang diakui dunia.
Sagiyo menandaskan bahwa sebagai dialog kebudayaan, Kudi Mas ingin berpartisipasi menyemai kesadaran sejarah dan pewarisan nilai-nilai kearifan budaya, utamanya bagi generasi muda.
"Kami ingin berbagi pengetahuan nilai historis dan budaya. Utamanya, pesan simbolik dalam pamor dan ricikan keris sebagai warisan budaya tak benda kepada masyarakat luas," jelas Sagiyo.
Paparan narasumber senior Kudi Mas Ki Suprapto memberikan wawasan seputar seluk-beluk tosan aji, mulai dari aspek isoteris, esoteris, fisik, filosofi, hingga etika perlakuan pusaka sehari-hari.
"Kita edukasi tentang tosan aji terutama keris, antara lain tentang pamor, sejarah, perkiraan era pembuatan, cara memegang, hingga cara menyampirkan keris yang benar sesuai pakem dan tata krama," papar Ki Suprapto.
Edukasi mengenai nilai simbolik dan keluhuran keris serta tosan aji lainnya, dinilai sangat mendesak. Salah seorang peserta dari Paguyuban Permadani, Heru Wiharso, mengungkapkan keprihatinannya terhadap anggapan minor pusaka yang masih berkembang di tengah masyarakat. Ia menambahkan, di organisasi Permadani -dimana dirinya aktif- terdapat materi mengenai dunia perkerisan (paduwungan).
"Keris sering jadi stigma miring yang dilekatkan dengan hal-hal mistis, padahal keris adalah warisan budaya. Di sinilah diperlukan edukasi terutama bagi gen Z dan masyarakat awam agar paham cara pandang dan nilai keris sebenarnya" tutur Heru.
Pameran sehari Kudi Mas memperlihatkan beragam pusaka nusantara. Dipajang sekitar seratus pusaka koleksi anggota Kudi Mas. Meliputi jenis pusaka kudi, kujang, keris, tombak, dan pedang, baik dari era kerajaan kuno maupun pasca kemerdekaan *** (mjp).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....