Sabarang MDP dan Kiai Kanjeng Gaungkan 'Memayu Hayuning Bawana' di Kongkow Budaya DC

  • 29 Agt 2026 10:20 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara - Gelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2026 kembali menghadirkan refleksi spiritual yang dibalut obrolan santai melalui agenda Kongkow Budaya. Berlangsung di venue Arjuna, Jumat (28/8/2026) sore, kongkow budaya menghadirkan Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe Letto) bersama Gamelan Kiai Kanjeng.

Dipandu oleh moderator Ale Ibnu Hamid, forum budaya ini menyerukan pentingnya kesadaran menjaga kelestarian alam Dieng berlandaskan falsafah luhur Memayu Hayuning Bawana. Hadir narasumber lintas sektor, antara lain Wakil Bupati Banjarnegara Gus Wakhid Jumali, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto Dinavia Tri Riandari, serta ulama Dieng Kyai Sofyan.

Dalam orasinya, Sabrang Letto mengingatkan masyarakat dan pelaku wisata agar bijak dalam mengelola potensi Dieng. Ia menekankan agar Dieng tidak kehilangan ruh dan keasrian aslinya demi kepentingan pragmatis semata.

"Jangan sampai Dieng hanya menjadi tempat 'pindah kos-kosan'. Tetaplah menjadi daerah yang sejuk dan lestari alamnya. Jangan sampai semua potensi diwakilkan hanya pada satu hal, seperti carica atau menjamurnya penginapan semata," ujar Sabrang.

Putra budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) tersebut menambahkan, konsep Memayu Hayuning Bawana menuntut tindakan nyata untuk memperindah, menyelamatkan, dan merawat alam ciptaan Sang Khalik. "Indikator sederhananya dapat diukur dari seberapa berani kita mempertanggungjawabkan perlakuan kita terhadap alam ini kepada Tuhan," tegasnya.

Sementara itu Wabup Banjarnegara, Gus Wakhid Jumali, menyoroti isu ekologis Dieng yang berdampak langsung pada kawasan hilir, salah satunya sedimentasi Waduk Mrica yang kini telah mencapai 80 persen akibat alih fungsi lahan dan erosi. Gus Wakhid turut mengisahkan diplomasi historis antarwilayah sebagai gambaran betapa berharganya Dieng bagi Banjarnegara.

"Dulu mantan Bupati Wonosobo Kholiq Arif pernah berseloroh menawarkan barter satu wilayah Kecamatan di Wonosobo untuk ditukar dengan Desa Dieng Kulon kepada Bupati Banjarnegara saat itu, Pak Djasri. Tawaran itu ditolak Pak Djasri. Ini menjadi pengingat bahwa Dieng memiliki nilai historis bagi Banjarnegara," ungkap Gus Wakhid.

Sesi sarasehan diperkaya dengan ulasan sejarah syiar Islam di dataran tinggi Dieng oleh Kyai Sofyan, serta edukasi literasi keuangan dari Kepala OJK Purwokerto, Dinavia Tri Riandari. Dinavia mengimbau masyarakat Dieng dan para wisatawan agar waspada terhadap maraknya jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal serta modus penipuan daring berbasis pesan singkat (SMS/WhatsApp). Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu berpegang pada prinsip 2L (Legal dan Logis) sebelum bertransaksi digital.

Tiga tembang hits Letto bertajuk Ruang Rindu, Sandaran Hati, dan tembang legendaris Sebelum Cahaya sukses menghangatkan ribuan pengunjung yang larut acara tersebut. Mereka pun bersenandung dalam Senja di Dieng semakin syahdu diiringi alunan gamelan Kiai Kanjeng. (tim kominfo_mjp)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....