Merah Putih Hadir dalam Lukisan dan Puisi di Purwokerto
- 14 Agt 2026 07:31 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas– Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan berbagai perlombaan. Di Purwokerto, semangat itu dituangkan dalam lukisan, puisi hingga karya busana dalam pameran seni rupa dan sastra bertajuk “Merah Putih di Rumah Merdeka”.
Pameran yang digelar di Rumah Literasi Merdeka tersebut berlangsung selama empat hari, 14 hingga 17 Agustus 2026. Sejumlah seniman lintas daerah ambil bagian, menghadirkan karya dengan beragam gaya dan perspektif tentang kemerdekaan.
Perupa asal Yogyakarta, Agus Winarto, misalnya, menampilkan lukisan bergaya ekspresionis dengan figur perempuan sebagai simbol Ibu Pertiwi. Sapuan warna dan ekspresi dalam karyanya menjadi representasi emosional tentang sosok perempuan sebagai lambang tanah air sekaligus kekuatan keibuan.
Sementara itu, Nur Agustus menghadirkan karya-karya yang mengangkat tema perjuangan dan semangat kemerdekaan.
Berbeda dengan keduanya, pelukis sekaligus desainer asal Purwokerto, Ari Nugroho, membawa pendekatan yang lebih modern dan kontemporer melalui karya dekoratif. Tak hanya memamerkan lukisan, Ari juga menghadirkan outer model kimono dan kaos lukis bernuansa merah putih.
Karya busana tersebut dirancang dengan gaya kasual agar lebih dekat dengan selera generasi muda.“Harapannya, dengan batik yang lebih modern dan kekinian, anak-anak Gen Z mau memakai batik dalam berbagai kesempatan, tidak hanya untuk acara formal,” ujar Ari Nugroho Jumat ( 14/8/2026).
Nuansa kemerdekaan dalam pameran ini juga hadir melalui karya sastra. Dua penyair, Andy Ismerdeka atau Andy Ismer dan Budi Waluyo, menampilkan karya puisi masing-masing.
Andy Ismer menyuguhkan puisi Haiku dari kumpulan “Haiku dan Fiksimini” berjudul “POT”, serta karya dari antologi puisi “Sketsa Merdeka”. Sementara doktor seni dari Universitas Indonesia, Budi Waluyo, menghadirkan sepuluh karya puisi.
Andy Merdeka mengatakan, pameran tersebut tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga menjadi media refleksi kebangsaan melalui karya kreatif.“Pameran seni rupa dan karya sastra ini kami selenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan seni, literasi, dan masyarakat,” katanya.
Menurut Agus Winarto, karya ekspresionis yang dipamerkan menjadi caranya menerjemahkan emosi dan gagasan tentang tanah air melalui sosok perempuan.Pameran “Merah Putih di Rumah Merdeka” juga diharapkan menjadi ruang edukasi dan diskusi bagi pelajar, komunitas literasi, penikmat seni, hingga masyarakat umum.
Pengunjung tidak hanya dapat menikmati lukisan, puisi, dan busana artistik, tetapi juga berdialog langsung dengan para seniman mengenai proses kreatif serta makna di balik karya yang dipamerkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....