Petani Kopi Gen Z Pandansari Ekspor Produk Hingga ke Luar Negeri

  • 05 Agt 2026 13:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Brebes: Langkah Generasi Z (Gen Z) di wilayah Pandansari, Kabupaten Brebes, yang memilih profesi sebagai petani kopi terbukti membuahkan hasil manis. Tak hanya sebagai penikmat kopi tetapi juga melakukan budidaya, mereka menerapkan berbagai strategi pengolahan pascapanen modern hingga mampu menembus pasar internasional.

Salah seorang petani kopi Gen Z di Brebes, Agung, mengungkapkan motivasi awal mula terjun di dunia kopi. "Dunia kopi itu sangat asyik dan lingkungannya ramah. Selain faktor finansial atau cuan, obrolan kopi selalu membuka jaringan bisnis baru karena kopi di setiap daerah asal (origin) memiliki cerita dan karakteristiknya masing-masing," ujarnya.

Melihat tren beberapa tahun terakhir peminat dan penikmat kopi yang terus meningkat juga menjadi dorongannya untuk membuat dan mengelola perkebunan kopi sendiri, tidak hanya sebagai penikmat. Hingga kini, luas kebun kopi yang dikelolanya lebih dari 4 hektar.

Penerapan metode pascapanen yang variatif menjadi salah satu kunci utama daya tarik produk mereka. Para petani muda ini menguasai proses Natural, Wash, hingga pemrosesan eksperimental seperti Anaerobic.

Selain itu, pemasaran secara online melalui Instagram dan website komersial yang terhubung dengan pembayaran internasional seperti PayPal kian mempermudah melakukan transaksi ekspor. Melalui integrasi pengelolaan dari hulu ke hilir, jangkauan pasar nasional yang diraih sudah merambah 4 pulau yaitu Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali, serta negara seperti Malaysia dan Jepang.

Usaha mandiri ini mampu menghasilkan omzet tahunan hingga sekitar Rp50 juta per tahun. Kendati demikian, Agung masih harus berhadapan dengan kendala cuaca musim hujan yang memicu proses penjemuran memakan waktu hingga lebih dari satu bulan.

Fluktuasi harga ceri kopi (coffee cherry) di tingkat lokal yang naik-turun juga menjadi tantangan, mengingat harga green bean di pasaran cenderung bernilai tetap. Meskipun ada kendala operasional, semangat Gen Z dalam menjaga kualitas produk tetap tinggi demi menjamin keberlanjutan pasokan kopi nasional.

(Girinda Fatihu Risqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....