Tradisi Jawa Dorong Warga Ikuti Ruwat Sukerta Banyumas
- 22 Jul 2026 17:02 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Prosesi adat Ruwat Sukerta kembali digelar sebagai salah satu rangkaian Festival Banjoemas Kota Lama 2026. Tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Jawa sekaligus memfasilitasi masyarakat yang ingin meruwat putra-putrinya yang termasuk dalam kategori sukerta melalui ritual doa.
Pelaksanaan Ruwat Sukerta tahun ini diikuti peserta dari berbagai kategori, mulai dari ontang-anting atau anak tunggal hingga kategori sukerta lainnya yang dalam tradisi Jawa dipercaya memerlukan prosesi ruwatan. Ritual penyucian tersebut dipimpin oleh dalang Banyumas, Ki Sungging Suharto.
Salah satu orang tua peserta, Maria Nofianti, warga Sidabowa, mengaku telah menantikan pelaksanaan Ruwat Sukerta sejak tahun lalu. Ia mendaftarkan putranya yang berusia tujuh tahun, Arsakha Shakeil Tanadinata, karena termasuk dalam kategori ontang-anting yang menurut tradisi Jawa dianjurkan mengikuti prosesi ruwatan.
"Kalau kita sebagai orang Jawa dan tahu tradisi ruwat, karena dia ontang-anting, anak satu-satunya. Kalau menurut tradisi, anak satu-satunya itu harus diruwat," ujar Maria.
Maria menjelaskan, informasi mengenai pelaksanaan Ruwat Sukerta diperolehnya melalui media sosial Museum Wayang Banyumas. Tahun sebelumnya ia belum berhasil mendaftarkan putranya karena kuota peserta telah terpenuhi, sehingga baru pada penyelenggaraan tahun ini keinginannya dapat terwujud.
Ia menambahkan, proses pendaftaran tahun ini cukup mudah karena peserta hanya diwajibkan membawa kain mori berwarna putih sebagai salah satu persyaratan mengikuti prosesi. Sementara seluruh kebutuhan pendukung lainnya telah disiapkan oleh panitia penyelenggara.
"Alhamdulillah tahun ini akhirnya bisa ikut. Harapannya semoga anak saya selalu diberikan keselamatan, keberkahan, dan dimudahkan dalam menjalani kehidupannya ke depan," kata Maria.
Pelaksanaan Ruwat Sukerta menjadi salah satu wujud pelestarian tradisi yang masih dijaga oleh masyarakat Banyumas hingga kini. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai budaya Jawa diharapkan tetap lestari sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda melalui prosesi adat yang sarat makna. (Sofia Almas Meylani)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....