Sejarawan UMP Optimistis Dialek Banyumasan Tetap Lestari
- 23 Jul 2026 14:14 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Sejarawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum, optimistis dialek Banyumasan atau bahasa Panginyongan akan tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Optimisme tersebut didasarkan pada masih kuatnya penggunaan bahasa Ngapak dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Banyumas Raya.
Saat ditemui RRI, Prof. Sugeng mengatakan bahasa Banyumasan hingga kini masih menjadi bahasa komunikasi utama di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan dialek yang telah diwariskan secara turun-temurun.
"Selama masyarakat masih menggunakan dialek Banyumasan dalam kehidupan sehari-hari, saya optimistis bahasa ini akan tetap hidup. Bahasa akan lestari jika terus dipakai oleh penuturnya," kata Prof. Sugeng.
Meski demikian, ia menilai upaya pelestarian bahasa daerah tidak bisa hanya mengandalkan kebiasaan masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah juga perlu memberikan perhatian yang lebih besar melalui kebijakan yang mendukung pelestarian bahasa dan budaya lokal.
Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memasukkan dialek Banyumasan ke dalam kurikulum pendidikan sebagai bagian dari muatan lokal. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya mampu menggunakan bahasa tersebut dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga memahami nilai sejarah, budaya, dan identitas yang terkandung di dalamnya.
"Perlu ada penguatan melalui dunia pendidikan. Sekolah dapat menjadi ruang untuk mengenalkan, mengajarkan, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap dialek Banyumasan sejak usia dini. Dengan begitu, pelestarian bahasa tidak hanya berlangsung di rumah, tetapi juga di lingkungan pendidikan," ujarnya.
Prof. Sugeng menambahkan, bahasa daerah merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa yang perlu dijaga bersama. Menurutnya, pelestarian bahasa Banyumasan tidak bertentangan dengan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Keduanya justru saling melengkapi dalam memperkuat identitas masyarakat di tingkat lokal maupun nasional.
Ia berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pegiat budaya dapat terus diperkuat agar dialek Banyumasan tetap berkembang dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai salah satu warisan budaya yang membanggakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....