Kang Bador: Ibu Miliki Peran Penting Lestarikan Bahasa Ngapak Banyumasan
- 23 Jul 2026 19:36 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Pelestarian bahasa Panginyongan atau bahasa Ngapak Banyumasan dinilai harus dimulai dari lingkungan keluarga. Peran seorang ibu menjadi sangat penting karena merupakan sosok yang paling sering berinteraksi dengan anak sejak usia dini. Hal tersebut disampaikan Budayawan Banyumas, Bambang Wadoro atau yang lebih dikenal sebagai Kang Bador, saat ditemui RRI di kediamannya beberapa waktu lalu.
Menurut Kang Bador, keluarga merupakan benteng utama dalam menjaga kelestarian bahasa daerah. Ia menilai kebiasaan menggunakan bahasa Ngapak dalam percakapan sehari-hari akan membuat anak tumbuh dengan mengenal dan mencintai bahasa ibunya.
"Seorang ibu memiliki peran yang sangat besar. Sejak anak mulai belajar berbicara, biasakan menggunakan bahasa Panginyongan di rumah. Dari situlah rasa memiliki terhadap bahasa daerah akan tumbuh secara alami," kata Kang Bador.
Ia mengatakan penggunaan bahasa Indonesia tetap penting sebagai bahasa persatuan. Namun, hal tersebut tidak boleh membuat masyarakat meninggalkan bahasa daerah yang menjadi identitas budaya masing-masing.
"Kita tidak perlu memilih salah satu. Bahasa Indonesia kita gunakan sesuai kebutuhan, sementara bahasa Panginyongan tetap kita hidupkan dalam keluarga dan kehidupan sehari-hari. Keduanya bisa berjalan berdampingan," ujarnya.
Menurut Kang Bador, semakin jarang bahasa Ngapak digunakan di lingkungan keluarga, semakin besar pula risiko generasi muda kehilangan kemampuan berbahasa daerah. Karena itu, ia mengajak para orang tua, khususnya para ibu, untuk membangun kebiasaan berkomunikasi menggunakan bahasa Panginyongan sejak anak masih kecil.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa malu menggunakan bahasa Ngapak. Menurutnya, setiap bahasa daerah memiliki nilai budaya dan filosofi yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.
"Bahasa Ngapak adalah identitas masyarakat Banyumas. Kita harus bangga menggunakannya, tetapi pada saat yang sama juga menghormati bahasa daerah lain. Indonesia kuat karena keberagaman budayanya," tuturnya.
Kang Bador berharap upaya pelestarian bahasa Panginyongan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seni dan budaya, tetapi juga dimulai dari rumah. Dengan membiasakan anak menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari, bahasa Ngapak Banyumasan diyakini akan tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....