Melestarikan Seni Tari: Menjaga Identitas Bangsa lewat Gerak

  • 11 Jun 2026 07:57 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Tari bukan sekadar hiburan. Setiap lengkukan tangan, hentakan kaki, dan ekspresi wajah menyimpan nilai gotong royong, religiusitas, keberanian, sampai cinta tanah air. Lewat gerak, identitas bangsa disampaikan tanpa satu kata pun.

Sulaiman dan Janu Rahminarno, yang akrab disapa Sule dan Janu, merupakan penari profesional sekaligus koreografer muda. Keduanya berkarya dengan motivasi yang sama, yaitu nguri-uri atau melestarikan seni tari.

Sule dan Janu sama-sama lulusan Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Banyumas dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Sule lebih fokus pada tari tradisi, sementara Janu lebih fokus pada tari kontemporer.

Sebagai penari laki-laki, keduanya menghadapi tantangan berupa stigma negatif dari masyarakat yang tidak familiar dengan penari laki-laki. Meski begitu, mereka tak terlalu memikirkannya karena laki-laki juga berhak menari.

Terdapat pula menghadapi tantangan dari pendapatan yang tak menentu. Menurut mereka, jumlah insan seni yang bisa konsisten di bidang seni hingga sukses bisa dihitung dengan jari.

Di samping itu, banyak kesempatan yang mereka dapat selama berproses di bidang seni tari. Seperti meningkatkan kualitas tari daerah setempat, berkolaborasi dengan maestro seni, dan menjadi koreografer acara nasional dan internasional.

Janu berpesan kepada generasi muda untuk tidak meremehkan kesenian Indonesia. Hidup dari seni bukanlah hal yang negatif.

“Jangan meremehkan kesenian yang ada di Indonesia karena hidup dari seni bukan hal yang negatif. Banyak sisi positif yang didapat dari hidup dari seni tradisi Indonesia,” kata Janu dalam Podcast Tematik RRI Purwokerto.

Sule berpesan, khususnya kepada generasi muda, untuk terus melestarikan budaya Indonesia agar tidak diklaim oleh negara lain. “Teruslah belajar, teruslah menari,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....