Masjid Sayyid Kuning Ikon Religi Desa Onje
- 23 Mei 2026 16:04 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Di Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, berdiri sebuah masjid tua yang menjadi saksi penyebaran agama Islam di wilayah Banyumas Raya. Masjid tersebut adalah Masjid Sayyid Kuning yang hingga kini masih kokoh mempertahankan nilai sejarah dan budaya.
Masjid yang berjarak sekitar 16,8 kilometer dari pusat Kota Purbalingga ini dikenal sebagai salah satu masjid tertua di daerah tersebut. Di halaman depan masjid, terdapat papan penanda cagar budaya yang menyebutkan bahwa Masjid Sayyid Kuning dilindungi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Ketua Darwis Desa Onje, Nurmasyah, menjelaskan bahwa awal berdirinya masjid tidak terlepas dari sejarah Kadipaten Onje. Menurutnya, masjid ini telah ada sejak masa awal penyebaran Islam di wilayah tersebut dan menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Sebelumnya, masjid ini dikenal dengan nama Masjid Onje. Namun, setelah berdirinya Masjid Baiturahim di sebelah timur kawasan tersebut, muncul dua masjid di Desa Onje. Atas saran Habib Luthfi bin Yahya, nama Masjid Onje kemudian diubah menjadi Masjid Sayyid Kuning agar memiliki identitas yang lebih khas dan tetap mempertahankan bangunan aslinya.
Masjid Sayyid Kuning dibangun di atas tanah wakaf dan sebagian lahan hasil pembelian dari warga sekitar. Hingga kini, masjid masih aktif digunakan untuk salat lima waktu sekaligus menjadi tujuan wisata religi bagi masyarakat lokal maupun luar daerah.
Sekitar 200 meter di sebelah barat masjid, terdapat makam Raden Sayyid Kuning yang menjadi tujuan peziarah. Kawasan ini ramai dikunjungi masyarakat yang ingin berziarah maupun mengenal sejarah penyebaran Islam di Kadipaten Onje.
Selain makam, daya tarik lain di sekitar masjid adalah Kedung Bertelu, tempat bertemunya tiga aliran sungai. Lokasi tersebut dipercaya sebagian masyarakat sebagai tempat untuk membersihkan diri dan mencari ketenangan batin. Nama Sayyid Kuning sendiri diambil dari tokoh Raden Sayyid Kuning yang diyakini sebagai penyebar agama Islam pertama di wilayah Kadipaten Onje.
Berbeda dengan masjid modern pada umumnya, Masjid Sayyid Kuning masih mempertahankan bentuk atap limas tanpa kubah bulat. Bangunan saka empat dan beduk kuno juga tetap dijaga sebagai ciri khas dan ikon masjid hingga sekarang.
Suasana yang sejuk, tenang, dan asri membuat banyak pengunjung merasa nyaman berlama-lama di kawasan masjid. Tidak sedikit wisatawan religi yang datang secara rutin untuk beribadah sekaligus menikmati nuansa sejarah yang masih terasa kuat.
Pengelola berharap keberadaan Masjid Sayyid Kuning sebagai cagar budaya dapat terus dilestarikan, menjadi daya tarik wisata religi, serta membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....