Banyumas Ngibing 24 Jam Menari Dorong Pelestarian Budaya
- 02 Mei 2026 12:14 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Anggota DPR RI Komisi VII, Siti Mukaromah, mengapresiasi penyelenggaraan event budaya “Banyumas Ngibing 24 Jam Menari” yang kembali digelar untuk kedua kalinya di Kabupaten Banyumas pada Sabtu (2/5/2026) di Kota Lama Banyumas.
Menurut Siti Mukaromah, kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya pelestarian budaya atau nguri-uri budaya di tengah tantangan modernisasi dan perkembangan teknologi.
“Ini adalah kegiatan luar biasa, bagaimana Banyumas menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menari bersama selama 24 jam. Ini bagian dari upaya menjaga dan melestarikan budaya kita,” ujarnya.

Ia menilai, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan masyarakat lokal, tetapi juga menarik partisipasi penari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Hal ini dinilai menjadi kebanggaan sekaligus potensi untuk mendorong event tersebut naik kelas menjadi agenda nasional bahkan internasional.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus dikembangkan menjadi event nasional hingga internasional, karena mampu menghadirkan talenta-talenta dari berbagai daerah bahkan luar negeri,” tambahnya.
Selain itu, momentum ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Tari Internasional, sehingga semakin memperkuat nilai penting seni tari sebagai media ekspresi sekaligus sarana membangun energi positif, khususnya bagi generasi muda.
Sementara itu, Direktur Banyumas Ngibing 24 Jam Menari, Rianto, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini melibatkan hampir seribu penari dengan lebih dari 150 pertunjukan dari 85 komunitas seni.
“Peserta datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Surabaya, Yogyakarta, hingga Banyumas Raya. Bahkan ada juga penari dari luar negeri seperti Jepang, Kazakhstan, Belanda, Jerman, dan Amerika,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep utama kegiatan ini adalah menampilkan tarian secara berkelanjutan selama 24 jam yang dirangkai oleh penari utama sebagai penghubung berbagai pertunjukan.
Dengan mengusung tema keberagaman yang menyatu, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Banyumas, seperti tari lengger, ebeg, hingga berbagai kesenian tradisional lainnya.
Selain sebagai ajang pelestarian budaya, event ini juga diharapkan mampu mengangkat potensi kawasan Kota Lama Banyumas sebagai destinasi wisata budaya. Sejumlah lokasi ikonik seperti masjid bersejarah, alun-alun, pendopo, hingga kawasan seni menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Ke depan, penyelenggara menargetkan Banyumas Ngibing dapat masuk dalam kalender event nasional, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan serta memperkuat posisi Banyumas sebagai pusat kegiatan seni dan budaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....