Festival Kupat Landan dan Tahu Kiringan 2026 Siap Ramaikan Banjarnegara
- 27 Apr 2026 08:59 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara - Desa Klampok, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, siap menggelar Festival Kupat Landan dan Tahu Kiringan. Perayaan budaya ini tidak hanya menampilkan kekayaan kuliner khas, tetapi juga menjadi ajang pelestarian tradisi serta penguatan sektor UMKM lokal. Festival yang mengusung tema “Kiringan Berbudaya, Klampok Berdaya” ini akan digelar pada 2 Mei 2026 di Lapangan Krida Utama, Dusun Purwasari.
Dusun Purwasari, yang dahulu dikenal sebagai Dusun Kiringan, merupakan sentra perajin tahu yang telah bertahan selama puluhan tahun. Tercatat, terdapat sedikitnya 16 perajin tahu yang masih aktif berproduksi, baik secara tradisional maupun dengan sentuhan modern. Sebagian besar perajin bahkan telah menekuni usaha tersebut lebih dari 40 tahun, menjadikan tahu Kiringan sebagai simbol kearifan lokal sekaligus warisan ekonomi masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, festival ini akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti senam massal, tari Aplang massal, serta makan bersama kupat landan dan tahu Kiringan. Panitia menyiapkan sekitar 3.000 kupat landan dan 6.000 tahu yang akan diarak sejauh kurang lebih 500 meter sebelum dinikmati bersama masyarakat.
Selain itu, festival ini juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali tari Aplang, kesenian khas wilayah barat Banjarnegara yang mulai jarang ditampilkan. Kepala Desa Klampok, Agus Supriyono, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi yang mulai ditinggalkan generasi muda sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas. “Festival ini kami gagas untuk menghidupkan kembali tradisi dan kesenian lokal, sekaligus mengenalkan produk UMKM khas daerah,” ujar Agus, Senin (27/4/2026). Ia menambahkan, pada penyelenggaraan tahun ini, pihaknya menghadirkan inovasi dengan menampilkan tari Aplang secara massal sebagai upaya pelestarian budaya.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah, Zaki Mobarok, mengapresiasi gelaran tersebut. Menurut dia, festival ini mampu memadukan unsur budaya, olahraga, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Setiap kegiatan budaya dan olahraga biasanya berdampak pada pergerakan ekonomi warga. Ini sangat positif dan perlu terus didorong agar semakin berkembang,” kata Zaki. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut meramaikan festival tersebut bersama keluarga dan kerabat. Selain menikmati rangkaian acara, pengunjung juga berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik, termasuk hadiah utama berupa tiga ekor kambing.
Festival Kupat Landan dan Tahu Kiringan diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Klampok dan sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....