Museum Soegarda Purbalingga Jadi Sarana Edukasi Pelajar

  • 09 Apr 2026 19:29 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga - Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja menjadi sarana edukasi bagi siswa berbagai jenjang pendidikan. Museum ini kerap dimanfaatkan sebagai lokasi outing class untuk mengenalkan sejarah dan budaya daerah secara langsung.

Kunjungan pelajar ke museum memberi pengalaman belajar yang tidak didapat di ruang kelas. Siswa dapat melihat langsung koleksi serta memahami nilai budaya yang berkembang di masyarakat.

“Saya sangat tertarik dengan koleksi wayang di museum ini, bentuknya bagus dan unik baik yang wayang kulit maupun wayang suket. Akan lebih menarik jika ditampilkan lebih banyak serta diperagakan dengan berbagai adegan,” kata Danang Bagus Panuntun, siswa kelas 5 SDN 3 Kaliori Banyumas.

Di museum ini, pengunjung juga dapat melihat proses pembuatan wayang suket secara langsung. Proses tersebut diperagakan oleh Badrianto cucu penemu wayang suket, Mbah Gepuk.

Koleksi museum meliputi benda budaya prasejarah, peninggalan penguasa, serta peralatan kebutuhan harian masyarakat. Benda prasejarah yang tersimpan antara lain kapak batu, gelang perunggu, batu asah, dan fosil binatang.

Selain itu, terdapat peninggalan penguasa Purbalingga berupa tempat tidur, foto, dan senjata. Museum juga menampilkan peralatan rumah tangga, pertanian, kesenian, serta koleksi keramik, mata uang, dan wayang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, S.Sos., M.Si., dalam kesempatan lain membersamai kunjungan siswa SDN 1 Bojongsari ke museum. Ia menyampaikan kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi pelajar.

“Kunjungan ke museum menjadi alternatif kegiatan outing class yang edukatif tanpa harus ke luar daerah. Museum ini dapat menumbuhkan pemahaman sejarah serta rasa bangga terhadap budaya lokal,” ujarnya. Ia berharap museum semakin berkembang sebagai pusat edukasi masyarakat. Kiprah Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja diharapkan semakin dikenal generasi muda.

Baru-baru ini, museum ini juga meraih sertifikat tipe B dari Kementerian Kebudayaan sebagai bentuk pengakuan kualitas pengelolaannya. Sertifikat tersebut menandakan museum memenuhi standar operasional, koleksi memadai, serta fasilitas publik yang cukup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....