Perpustakaan dan Kebutuhan Ruang Belajar Mahasiswa yang Belum Optimal

  • 18 Mar 2026 08:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Perpustakaan menjadi ruang belajar yang erat kaitannya dengan dunia pendidikan. Sebagai bagian dari kebutuhan akademik, perpustakaan sendiri berfungsi untuk menyediakan berbagai informasi atau bahan pustaka, serta sarana untuk mengakses pengetahuan bagi banyak orang. Namun, di tengah perubahan aktivitas akademik yang semakin beragam, peran perpustakaan dinilai kurang relevan. Salah satunya karena ketimpangan antara tingginya kebutuhan dan layanan yang diberikan oleh perpustakaan.

Perpustakaan menjadi salah satu tempat yang paling banyak dituju oleh mahasiswa, beberapa di antaranya untuk kebutuhan mencari referensi, mengerjakan tugas, atau sekedar membaca buku. Sejumlah sarana dan prasarana dibutuhkan untuk menunjang kegiatan tersebut, seperti kemudahan mengakses koleksi buku, kapasitas ruang belajar dengan meja dan kursi yang memadai, jaringan listrik dan internet, serta jam operasional yang mendukung. Sayangnya, banyak perpustakaan yang belum sepenuhnya mampu menawarkan hal tersebut, sehingga kurang bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa.

“Dari aku sih, maunya perpustakaan bisa buka lebih lama. Misalnya bisa sampai jam sepuluh malam. Soalnya buat cari tempat belajar tuh agak susah di ruang publik. Jadi kalau akses ke perpustakaannya terbatas, mau gak mau belajarnya ke coffee shop yang buka sampai malam dan ada akses wi-fi gratisnya. Dan semoga bisa dibangun perpustakaan umum yang gak terlalu ribet buat masuknya,” ungkap Ayu, mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman.

Perputakaan ( dok : Pribadi)

Selain sarana dan prasarana yang kurang memadai, keberadaan perpustakaan umum yang dapat diakses bebas oleh banyak orang juga masih terbatas. Sebagian besar perpustakaan berada di lingkungan kampus atau institusi pendidikan, sehingga ruang belajar yang diperuntukkan untuk umum belum banyak tersedia. Keterbatasan tersebut cukup mendorong banyak orang, termasuk mahasiswa untuk mencari alternatif ruang belajar yang lain. Beberapa di antaranya memilih coffee shop yang menawarkan kenyamanan dan waktu akses yang lebih panjang.

Fenomena ini menjelaskan bahwa perpustakaan seharusnya bisa menjadi ruang belajar yang adaptif terhadap kebutuhan penggunanya, bukan hanya sebagai tempat penyimpanan buku di lingkungan kampus atau institusi pendidikan lainnya. Perbaikan fasilitas dan layanan perpustakaan sebagai ruang belajar yang nyaman, lengkap, dan mudah diakses menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Dengan begitu, kebutuhan akademik yang dimiliki mahasiswa dapat terpenuhi secara optimal, sehingga turut mendukung proses belajar yang lebih efektif. (Ninda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....