Gubrak Lesung: Identitas Budaya Banyumas yang Perlu Dukungan Nyata
- 25 Feb 2026 07:31 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Kesenian Gubrak Lesung adalah salah satu kesenian yang dimiliki Banyumas. Saat ini, terdapat Komunitas Kesenian Gubrak Lesung yang masih bertahan sejak 2008 di Desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas yang bernama Gubrak Lesung Kayunggorungon pimpinan Amin Supangat.
Saat ini Gubrak Lesung ini telah ditetapkan sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Banyumas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Status tersebut menegaskan bahwa kesenian ini bukan sekadar hiburan, melainkan warisan kolektif yang harus dijaga.
Sejarahnya, Gubrak Lesung berawal dari tradisi masyarakat agraris. Lesung dan alu digunakan untuk menumbuk padi hasil panen sebelum berkembang menjadi alat pengolah bahan pangan lainnya seperti tepung. Aktivitas tersebut melahirkan pola bunyi yang ritmis. Dari kebiasaan menumbuk padi inilah muncul kreativitas warga yang kemudian membentuknya menjadi kesenian tradisional..
Kesenian Gubrak Lesung biasanya dimainkan oleh lima orang, menyesuaikan lima ketukan yang dipakai. Jika di Komunitas Kayunggorungon ini para pemainnya mayoritas ibu-ibu yang telah berusia lanjut.
“Harapan kami, banyak anak muda yang mau melanjutkan dan regenerasi serta pemerintah desa untuk mendukung secara penuh, kami memiliki kendala salah satunya adalah alat yaitu lesungnya, susah mencari kayu, jadi minta tolong pemerintah desa memperhatikan, untuk bantu menyediakan dan dibuatkan beberapa lesung lagi,” ujar Amin Supangat.
Kesenian Gubrak Lesung adalah budaya yang harus dijaga oleh semua orang termasuk generasi muda. Bertahannya kesenian ini juga sangat diperlukan dukungan pemerintah melalui penyediaan alat, pengadaan lomba atau agenda budaya meningkatkan perhatian publik sehingga kesenian ini lebih dikenal oleh masyarakat.
Pelestarian tidak hanya bergantung pada para pemain, tetapi juga dukungan pemerintah dan kesadaran serta tanggungjawab masyarakat terkhusus generasi muda agar bunyi lesung tetap menggema sebagai penanda sejarah dan jati diri budaya Banyumas. (Dwinanda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....