Dalang Muda: Menjaga Kelestarian Cerita Nusantara
- 22 Feb 2026 15:47 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Budaya global seiring dengan waktu selalu berkembang dengan pesat. Sosok dalang muda Banyumas bernama Hafidz Panji L A C, S. Sos. Dalam acara SPADA-Kita Indonesia di RPro 2 RRI Purwokerto membagikan kisah dedikasinya yang telah dimulai sejak dini.
Panji mengaku sudah jatuh cinta pada dunia wayang sejak umur 3 tahun. Saat anak-anak usianya terlelap, Panji sanggup terjaga semalaman untuk menonton pertunjukan wayang di televisi.
“Kelas 1 saya sudah mulai lancar membaca. Sejak itu, saya mulai membaca buku-buku tentang wayang. Kakak saya juga sering membelikan fotokopian gambar wayang sampai saya hafal,” ungkapnya.
Peran menjadi seorang dalang tidak mudah, karena dalam waktu semalam harus ekstra bekerja menggunakan seluruh anggota tubuh. Berpikir keras menyusun narasi, mendengarkan ugeling dending, semalaman harus ngomong, tangan menggerakkan wayang, hingga kaki memainkan instrumen keprak.
Tak hanya fisik, seorang dalang juga harus memiliki ketajaman perasaan untuk membangun sebuah nuansa pakeliran atau suasana yang tercipta dalam pertunjukkan wayang.
Panji menjelaskan bahwa dalang harus mampu membawa penonton masuk ke dalam sebuah cerita. Apabila mengenai cerita percintaan, ikut merasakan seperti sedang jatuh cinta. Apabila tentang kesedihan juga seolah-olah ingin menangis. Kemampuan ini disebut menyanggit, yaitu mengubah atau mengemas sebuah cerita agar menarik perhatian penonton. (Alin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....