Keramik Klampok, Karya Seni Cantik Khas Banjarnegara
- 11 Jun 2024 20:46 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banjarnegara: Bagi sebagian orang, cinderamata menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan ketika berpergian ke tempat-tempat baru. Keramik Klampok merupakan kerajinan tanah liat yang dapat dijadikan salah satu pilihan cinderamata ketika Anda bepergian ke Banjarnegara. Kata Klampok sendiri berasal dari nama desa di Banjarnegara yang merupakan letak dari sentra kerajinan ini, yakni Desa Klampok.
Kehadiran Keramik Klampok sebagai salah satu cinderamata khas Banjarnegara ternyata memiliki asal usul yang menarik. Mengutip dari laman Visit Banjarnegara, sentra kerajinan keramik ini pertama kali muncul setelah salah satu warga Banjarnegara selesai mempelajari kerajinan keramik di Bandung pada tahun 1935. Ia kemudian menerapkan ilmu yang didapatkannya setelah kembali ke Desa Klampok dengan memimpin perusahaan keramik milik pemerintah Belanda selama 5 tahun sebelum akhirnya Ia memutuskan untuk membangun sentra keramiknya sendiri dengan nama “Maendalai” pada tahun 1957.
Perkembangan sentra kerajinan Keramik Klampok tidak membutuhkan waktu lama, bahkan sekitar tahun 1980 sampai 1990-an kerajinan ini telah meraih puncak kejayaannya hingga menembus pasar ekspor. Kehadiran sentra-sentra kerajinan keramik sejak saat itu juga memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan warga sekitar, terutama dalam meningkatkan perekonomian warga.
Keramik Klampok memiliki ciri khas corak warna kegelapan dan ukiran yang tegas pada desainnya. Namun, saat ini desain dan warna dari Keramik Klampok juga sudah semakin beragam.

Salah satu produk utama dari Keramik Klampok adalah poci atau teko yang banyak digunakan untuk menyeduh teh. Meskipun begitu, Keramik Klampok juga memiliki beragam bentuk lainnya, seperti gelas, vas bunga, guci, hingga hiasan patung dengan berbagai bentuk. Selain itu, harga yang ditetapkan juga beragam mulai dari puluhan ribu hingga jutaan sesuai dengan ukuran dan jenis produk yang dijual.
Proses persiapan pembuatan Keramik Klampok dimulai dengan tahapan penyaringan, perendaman, penjemuran. Hasil rendaman tanah liat yang didapatkan dari tahapan pengeringan dan perendaman akan dipadatkan dan di jemur untuk mengurangi kadar air. Penjemuran tanah liat ini dilakukan untuk mempermudah dalam proses pembentukan dan pencetakan tanah liat.
Tanah liat dapat dibentuk dan diukir setelah melewati proses penjemuran. Dalam proses pembentukan tanah liat, pengrajin dapat menggunakan teknik putar maupun teknik cetak. Setelah itu, proses dilanjutkan dengan menambahkan ukiran, yakni ukiran dengan teknik terawang yang memberikan efek transparansi pada permukaan keramik sekaligus menjadi ciri khas dari Keramik Klampok.
Pengrajin akan memulai proses pengamplasan setelah keramik dibentuk dan dihias dengan ukiran untuk memastikan bahwa permukaan keramik telah rata dan halus. Setelah itu, keramik akan mulai dibakar menggunakan oven untuk memperkeras dan memperkuat keramik. Terakhir, keramik akan melewati proses pengecatan sesuai dengan warna dan motif yang dibuat.
Proses-proses tersebut menjadikan Keramik Klampok memiliki ketahanan yang kokoh. Tentunya ini juga menjadikan Keramik Klampok sebagai pilihan yang tepat untuk cinderamata, baik untuk wisatawan lokal hingga mancanegara. Ketahanannya yang sangat kuat juga membuat keramik ini aman untuk dikirim ke luar kota hingga keluar negeri. (nita)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....