Harga Emas di Purwokerto Sentuh Rp 1.700.000 Per Gram
- 08 Mei 2025 16:11 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Harga emas dunia per Rabu (7/5/2025) terpantau mengalami kenaikan. Melalui pantauan RRI, harga emas batang hari ini menyentuh angka Rp1.775.000 per gram, lebih tinggi dibandingkan kemarin yang seharga Rp1.750.000 per gram.
Dalam seminggu terakhir, fluktuasi emas berada di angka Rp1.700.000 per gram hingga Rp1.775.000 per gram. Menurut salah satu pemilik toko emas, Anastasia, harga emas tertinggi terjadi pada dua minggu lalu, yang mencapai Rp1.900.000 per gram.
“Kalau satu bulan terakhir kebetulan lagi fluktuatif banget. Jadi, sekitar dua minggu yang lalu mencapai titik tertingginya itu di Rp1.900.000,” ujarnya saat ditemui RRI.
Kenaikan harga emas yang sangat tinggi ini dipengaruhi oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar turut memengaruhi perubahan harga tersebut.
Belakangan, nilai tukar rupiah terhadap dolar memang terpantau tidak stabil, mulai dari kisaran Rp16.800, Rp16.400, hingga Rp16.500 per dolar. Hal ini menyebabkan harga emas juga mengalami kenaikan.
Harga buyback perhiasan emas tanggal 7 Mei 2025 berkisar Rp600.000, sedangkan logam mulia berada di angka Rp1.800.000 hingga Rp1.900.000 per gram. Harga tersebut berlaku bagi pelanggan yang ingin menjual kembali emas mereka ke toko.
Emas yang dijual oleh Anastasia diproduksi oleh berbagai pabrik yang sudah terstandarisasi. Salah satu jenis emas yang dijual adalah produksi dari PT Aneka Pertambangan Tbk atau dikenal dengan nama Emas Antam.
Berikut daftar harga Emas Antam per 7 Mei 2025.
1 gram: Rp2.056.000 per gram
2 gram: Rp2.031.000 per gram
3 gram: Rp2.025.000 per gram
5 gram: Rp2.019.000 per gram
10 gram: Rp2.010.000 per gram
Anastasia berpesan kepada masyarakat untuk tidak menunggu harga emas terlalu tinggi jika ingin berinvestasi. Harga emas yang tengah turun justru menjadi momen tepat ketika ingin berinvestasi.
“Ketika harga (emas) turun, mungkin kan beritanya emas lagi turun nih, padahal cuma sebentar. Seharusnya di saat itu justru momen masyarakat yang mau berinvestasi (emas) itu membeli,” tutupnya. (Zirlyfera Putri)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....