Banyak Perempuan Nelayan Yang Tidak Diakui Oleh Negara

  • 06 Feb 2025 14:01 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN,Banda Aceh : KNTI berkomitmen untuk memberdayakan perempuan pesisir, dengan mengajak mereka untuk terlibat dalam rembuk pesisir dan rembuk iklim, hal ini dikatakan Faizah, SHI. Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Pesisir DPD KNTI Aceh Besar, Hal ini bertujuan agar perempuan nelayan dapat memahami dampak perubahan iklim terhadap pekerjaan suami mereka yang melaut.

Faizah menyoroti bahwa banyak perempuan nelayan yang tidak diakui oleh negara, padahal mereka berperan besar dalam sektor perikanan. Dia mendesak agar perempuan nelayan diberi akses yang sama terhadap bantuan dan program pemerintah yang ditujukan untuk nelayan, seperti subsidi solar dan pelatihan.

Menurut Faizah pada program ngobras RRI (05/02/2025), salah satu tantangan terbesar adalah ketidakmampuan perempuan nelayan untuk mengakses bantuan karena mereka tidak memiliki kartu Kusuka, yang diperlukan untuk mendapatkan berbagai program bantuan. KNTI berupaya mendata dan membantu perempuan nelayan untuk mendapatkan pengakuan dan hak yang seharusnya mereka terima.

Faizah juga mengungkapkan bahwa pendidikan tentang lingkungan, terutama laut, sangat penting untuk keberlanjutan kehidupan nelayan. Melalui program edukasi dan sosialisasi, perempuan pesisir diharapkan menjadi agen perubahan dalam menjaga kebersihan laut dan sumber daya alam.

Faizah menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun pusat, dalam memperhatikan nasib perempuan nelayan. Dia berharap pemerintah dapat mempercepat proses bantuan, terutama terkait dengan peralatan dan subsidi yang sangat dibutuhkan oleh nelayan tradisional.

Acara ini menunjukkan betapa pentingnya peran perempuan dalam sektor perikanan dan bagaimana KNTI berusaha memperjuangkan hak-hak mereka dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan di Aceh Besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....