Xi Jinping Desak Biden Ubah Sikap AS soal Taiwan

  • 30 Okt 2024 07:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Beijing: Presiden Tiongkok Xi Jinping meminta Presiden AS Joe Biden untuk mengubah bahasa resmi AS terkait kemerdekaan Taiwan dalam pertemuan November tahun lalu. Xi meminta AS menyatakan “kami menentang kemerdekaan Taiwan” daripada “tidak mendukung” kemerdekaan Taiwan.

Permintaan tersebut telah diulang beberapa kali oleh tim Xi sejak pertemuan tersebut, namun AS sejauh ini menolak mengubah sikap mereka. Gedung Putih menanggapi dengan pernyataan bahwa Washington tetap konsisten pada kebijakan satu Tiongkok, dilansir dari Taipei Times.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menegaskan bahwa posisi mereka mengenai Taiwan jelas dan konsisten. Sementara Kementerian Luar Negeri Taiwan menolak memberikan komentar terkait permintaan tersebut.

Selama bertahun-tahun, Tiongkok memang telah mendorong AS untuk menyesuaikan bahasa dalam pernyataan resmi mereka terkait status Taiwan. Namun, dorongan ini belum pernah disampaikan di tingkat kepemimpinan tertinggi seperti saat ini.

Alasan Xi mengangkat isu ini dengan Biden tidak jelas. Namun, ia menjadikan penolakan terhadap kemerdekaan Taiwan sebagai fokus utama pemerintahannya, disertai peningkatan aktivitas militer Tiongkok di sekitar Taiwan.

Sementara itu, pemerintahan Biden menganggap perubahan bahasa yang diusulkan sebagai hal yang tidak dapat diterima. Ia juga telah memberitahu Taiwan mengenai perkembangan tersebut.

Seorang pejabat senior AS menyatakan bahwa Biden akan tetap berpegang pada formulasi standar AS terkait kemerdekaan Taiwan. Biden beberapa kali membuat Tiongkok tidak nyaman dengan pernyataan yang mengisyaratkan bahwa AS akan membela Taiwan jika diserang.

Mengubah bahasa menjadi “menentang kemerdekaan” diyakini akan berdampak besar di kawasan Asia-Pasifik. Pejabat menilai perubahan bahasa bisa mengindikasikan dukungan AS yang berkurang bagi Taiwan, terutama terkait aspirasi pertahanan dan diplomatiknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....