Menjemput Surga Dengan Membentuk Rasa Ikhlas Beribadah Kepada Allah SWT

  • 28 Sep 2026 18:34 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Aktivitas yang melelahkan seringkali membawa seseorang kepada kelalaian terutama dalam ibadah. Pemahaman dan niat dalam diri untuk terus belajar meruapakan bekal awal dalam memperoleh keberhasilan spiritual. Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Puriwokerto menghadirkan Ustaz Hendro Kuncoro, S.Pt. untuk membahas mengenai arti penting dari ibadah, Sabtu (26/9/2026).

Berbagai kesibukan yang dilakukan oleh setiap manusia dapat dinilai sebagai bentuk ibadah sesuai dengan cara dan niatannya. Ibadah seringkali disalah artikan sebab pada pelaksanaanya dianggap terlalu kompleks dengan berbagai syarat memberatkan seseorang.

Ibadah berasal dari bahasa arab “abada” yang artinya tunduk atau patuh, sehingga manusia dalam beribadah memiliki fitrah untuk tunduk dan patuh pada aturan. Ibadah adalah hajatul insaniyah atau kebutuhan manusia yang dilarang untuk dilakukan maka tidak diperbolehkan untuk dilakukan, sebab apabila dilakukan dapat memberikan dampak pada seseorang. Dengan memahami konsep ibadah dan menikmati ibadah sebagai bentuk dari kebutuhan penting didalam hidup.

Pada ajaran islam terdapat kalimat tauhid “Lailahaillalallah” yang artinya tiada tuhan kecuali hanya Allah SWT. Pada kalimat tauhid tersebut dijelaskan bahwa sebagai umat islam, ibadah hanya patuh kepada aturan Allah SWT. Salah satu wujud ibadah adalah mengendalikan nafsu dalam diri sendiri, ketika hawa nafsu tidak dikendalikan makan kekacauan akan didapati oleh seseorang.

“Apa itu ilah? ilah itu di antara maknanya adalah maqbudun, sesuatu yang diibadahi, sesuatu yang dipatuhi,” ujar Ustaz Hendro.

Manusia dan jin tidak diciptakan kecuali hanya untuk beribadah, tunduk dan patuh kepada Allah SWT. Kepatuhan dan ketaatan yang dijalankan dalam beribadah juga harus dibersamain dengan keikhlasan dengan niat yang murni menjalankan perintah karena Allah SWT. Allah SWT selalu mengawasi umatnya sehingga ketaatan yang dilakukan adalah bentuk daripada gambaran karakter dan jiwa seseorang.

Seseorang hidup memiliki roh dan jiwa, berinteraksi dengan Allah adalah salah satu kebutuhan jiwa. Sehingga ibadah yang dapat mendatangkan kebutuhan jiwa adalah ibadah yang dapat menghubungkan antara roh dan Allah SWT, contohnya ibadah sholat.

“Kadang-kadang karena yang banyak dibahas salat itu masalah fikihnya begitu ya, tidak terkait dengan hajatus shalah, kebutuhan salat. Seringnya ya jadinya beban begitu,” lanjut Ustaz Hendro.

Salah satu cara yang dijelaskan oleh Ustaz Hendro.Untuk mengatasi adanya rasa keterpaksaan dan beban dalam diri ketika menjalankan ibadah sholat adalah dengan menjadikan sholat sebuah perpisahan. Sholat juga bukan mengenai aktivitas fisik, namun juga aktivitas jiwa yang dapat dinikmati, memberikan rasa nyaman dan ketenangan. Dengan demikian hal tersebut dapat mendorong diri sendiri untuk terus menjalankan ibadah sholat.

“Mau ke mana saja dan pekerjaan apa saja yang diniati lillahi taala? Apakah itu termasuk arti ibadah juga nih, Pak Ustaz?” tanya Rusti di Sumbang.

Menanggapi pertanyaan tersebut Ustaz Hendro menjelaskan bahwa ibadah memiliki sebuah batasan dan dua syarat utama, yaitu syarat niat dan syarat cara. Sesuatu yang dikerjakan dengan niat dengan didasari kontrol diri dan pemenuhan hak-hak yang harus ditunaikan telah terpenuhi maka dapat dikatakan sebuah ibadah. Sitausi, pekerjaan, aktivitas apapun ketika dilakukan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku di ajaran islam akan dinilai sebagai ibadah di sisi Allah SWT. (Dini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....