DKR Tambak Pertahankan Predikat Teladan melalui Konsistensi dan Kekompakan
- 22 Sep 2026 18:56 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Konsistensi dalam menjalankan program kerja dan kekompakan anggota menjadi salah satu kunci Dewan Kerja Ranting (DKR) Tambak dalam mempertahankan predikat teladan di tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyumas. Upaya tersebut dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan yang terarah, tertib administrasi, serta keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan kepramukaan.
Dalam program Sore Ceria - Pramuka di Pro 2 RRI Purwokerto bersama Drs. Wahyu Satoto Indar (Ketua Kwartir Ranting Tambak), Bina Nahjal Hidayati (Ketua DKR Tambak), dan Matar Evan Arkananta Falah (Sekretaris 2 DKR Tambak), membahas upaya mempertahankan predikat teladan melalui sinergi dan kekompakan anggota, pada Senin (21/9/2026).
Dengan mengusung tema “Unggul, Bersinergi, Berprestasi: DKR Tambak Pertahankan Predikat Teladan”, pembahasan menyoroti proses panjang yang dilakukan DKR Tambak untuk menjaga kualitas organisasi. Predikat teladan tidak hanya dipandang sebagai penghargaan tahunan, tetapi menjadi hasil dari proses evaluasi dan perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Predikat tersebut kami dapatkan bukan semata-mata kita mendapatkannya sendiri karena kita pasti mendapat dukungan dari pihak luar seperti Kwartir Ranting Tambak, pangkalan, Dewan Ambalan, maupun pihak-pihak luar. Dan tentunya proses ini cukup panjang. Bagi kami mempertahankan predikat tersebut bukan berarti setiap tahun hanya berusaha mendapatkan penghargaan. Kami terus belajar dari kegiatan yang kami selenggarakan kemudian mencoba memperbaiki hal-hal yang harus kita benahi,” ujar Bina.
Proses tersebut membuat DKR Tambak tidak hanya berorientasi pada pencapaian penghargaan. Setiap kegiatan yang telah dilaksanakan menjadi bahan evaluasi untuk melihat hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Dengan demikian, predikat teladan menjadi salah satu dampak dari upaya DKR dalam meningkatkan kualitas kegiatan dan pelayanan kepada pangkalan penegak maupun pandega di wilayah Kwarran Tambak.
“Kami selalu konsisten dalam menjalankan program-program kerja. Di setiap awal masa bakti kami merancang sebuah program kerja di mana program-program kerja tersebut akan kami laksanakan di setiap bulannya. Semua program kerja yang kami laksanakan, yang kami rencanakan itu semuanya terlaksana. Mungkin dari situ kami mendapat predikat teladan,” jelas Bina.
Konsistensi kemudian menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program kerja. Sejak awal masa bakti, DKR Tambak menyusun program yang akan dijalankan secara berkala. Program tersebut tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi diupayakan terlaksana sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Selain konsistensi pelaksanaan program, administrasi menjadi unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan DKR Tambak. Setiap kegiatan yang diselenggarakan didokumentasikan dan diarsipkan sebagai bagian dari pertanggungjawaban organisasi. DKR Tambak juga aktif mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan Kwarcab Banyumas.
Akan tetapi Bina menegaskan bahwa penilaian DKR bukan semata-mata melihat jumlah kegiatan yang dilaksanakan. Kualitas dan dampak kegiatan menjadi bagian yang diperhatikan, terutama sejauh mana kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi pangkalan.
“Bukan banyak-banyaknya kegiatan, tetapi kualitas kegiatan tersebut apakah benar-benar dilaksanakan di masing-masing dewan kerja untuk menyalurkan kepada kakak-kakak yang ada di pangkalan. Untuk DKR sendiri kami tetap memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang berdampak baik untuk pangkalan-pangkalan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, administrasi juga menjadi salah satu aspek penting dalam proses penilaian. Laporan kegiatan dan berbagai dokumen pendukung disusun dan diarsipkan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan. Hal tersebut membuat kegiatan yang telah dilaksanakan memiliki rekam administrasi yang jelas dan dapat menjadi bahan penilaian.
“Kami selalu tertib dalam administrasi, mulai dari laporan dan lain sebagainya itu kami arsipkan menjadi satu berkas kegiatan. Administrasi tersebut sangat menunjang untuk penilaian, dan apabila hanya melaksanakan kegiatan tanpa adanya administrasi itu sama saja tidak ada penilaian untuk dewan kerja,” lanjutnya.
Dukungan dari pihak Kwarran juga menjadi bagian penting dalam keberlangsungan aktivitas DKR Tambak. Wahyu Satoto Indar selaku Ketua Kwarran Tambak menyampaikan apresiasi kepada Camat Tambak selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), serta jajaran Mabiran lainnya yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan kepramukaan.
“Kegiatan anak muda ini yang dibutuhkan adalah orang dewasa yang selalu berusaha untuk mendampingi. Itu intinya di situ. Ketika ada pendampingan dari orang dewasa, ketika terjadi suatu permasalahan itu bisa langsung ditangani. Jadi ada hubungan yang erat antara orang dewasa dengan peserta didik,” ujar Wahyu.
Wahyu menyebut pendampingan tersebut dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dalam rapat-rapat persiapan hingga pelaporan kegiatan. Dukungan dari berbagai unsur seperti Koramil, Polsek, Puskesmas, PPAI, PLKB, serta pengurus Kwarran menjadi bagian dari sinergi yang membantu kegiatan kepramukaan di Tambak tetap berjalan.
Di sisi lain, mempertahankan predikat teladan juga menghadapi tantangan berupa kesibukan anggota DKR. Sebagian anggota masih berstatus pelajar, mahasiswa, maupun pekerja. Kondisi tersebut membuat pembagian waktu menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keaktifan organisasi.
“Tantangan yang kami hadapi yaitu dengan keterbatasannya anggota-anggota dewan kerja yang berbagai kesibukan. Ada yang sekolah, kemudian ada yang kuliah, mungkin ada yang kerja dan lain sebagainya. Tetapi tantangan tersebut tidak menjadikan kami merosot gelar teladannya. Kami mencari solusi agar bagaimana predikat itu tetap terpatri di Dewan Kerja Tambak,” ungkap Bina.
Komunikasi menjadi salah satu hal yang diprioritaskan untuk menjaga hubungan antaranggota. Kekompakan membuat anggota dapat saling merangkul dan berbagi tanggung jawab ketika menghadapi kesibukan masing-masing.
Hal tersebut menunjukkan bahwa mempertahankan predikat teladan bukan hanya berkaitan dengan kemampuan organisasi menjalankan kegiatan, tetapi juga bagaimana anggota menjaga hubungan internal agar tetap solid. Dengan pembagian tugas dan komunikasi yang baik, berbagai kesibukan di luar organisasi tidak menjadi penghalang untuk tetap berkontribusi.
Selain kekompakan, persiapan penilaian juga dilakukan jauh sebelum proses penilaian berlangsung. Bina menjelaskan, meskipun penilaian dilaksanakan dalam satu hari, DKR Tambak tidak melakukan persiapan secara mendadak. Setiap kegiatan besar telah disertai dengan dokumentasi dan administrasi yang disusun sejak kegiatan selesai.
Arsip tersebut meliputi daftar hadir peserta, dokumentasi, risalah kegiatan, hingga laporan pertanggungjawaban. Pola kerja tersebut membuat DKR Tambak memiliki dokumen yang tertata ketika proses penilaian dilakukan.
Sementara itu, dari sisi anggota muda, pengelolaan waktu juga menjadi bagian penting agar aktivitas organisasi dapat berjalan beriringan dengan kewajiban sekolah.
“Lebih ke manajemen waktunya saja. Kalau saya sendiri, cara membagi waktunya, kalau ada tugas dari sekolah biasanya langsung dikerjakan, tidak menunda-nunda tugas,” ujar Evan.
Pengalaman Evan menunjukkan bahwa keterlibatan dalam organisasi dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas pendidikan selama anggota mampu mengatur prioritas. Bagi DKR Tambak, keterbatasan waktu anggota tidak menjadi alasan untuk menghentikan kontribusi, melainkan menjadi kondisi yang perlu dikelola bersama.
Konsistensi tersebut juga diwujudkan melalui berbagai program kerja yang melibatkan pangkalan. Salah satu kegiatan yang dipersiapkan DKR Tambak adalah Kursus Pengelolaan Dewan Ambalan (KPDK) pada 3–5 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan materi dan memperkuat kemampuan pengurus Dewan Ambalan dalam mengelola organisasi.
Selain KPDK, DKR Tambak juga menyiapkan Perkemahan Wirakarya 2 yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja besar yang mengedepankan kegiatan bakti kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Wirakarya akan melibatkan lima pangkalan penegak di Kwarran Tambak, yakni SMK Widya Mandala, SMK Alfalah, SMA PGRI, SMA Muhammadiyah, dan MA Jombor.
“Memang kegiatan Perkemahan Wirakarya ini termasuk perkemahan bakti. Jadi nanti isinya ada berbagai kegiatan bakti, mungkin dari bakti lingkungan, sosial, dan tak lupa di dalam kegiatan-kegiatan DKR, khususnya kegiatan besar, kami juga akan menyisipkan kegiatan prestasi sehingga menumbuhkan minat,” jelas Bina.
Menurutnya, kegiatan kepramukaan perlu memberikan ruang bagi anggota untuk belajar sekaligus berkarya. Karena itu, kegiatan sosial dan kegiatan prestasi ditempatkan secara berdampingan agar peserta tidak hanya memperoleh pengalaman dalam pengabdian, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan.
Di tengah berbagai kegiatan tersebut, tantangan lain yang dihadapi Kwarran dan DKR Tambak adalah mempertahankan keanggotaan. Wahyu menyebut sejumlah anggota harus melanjutkan pendidikan atau bekerja di luar kota setelah lulus SMA. Meski demikian, DKR tetap berupaya mempertahankan keterlibatan mereka melalui komunikasi jarak jauh dan perekrutan anggota baru.
Bina menyebut jumlah keseluruhan anggota DKR Tambak mencapai 21 orang. Sebagian anggota yang berada di luar kota tetap memberikan kontribusi, misalnya membantu membuat surat, melakukan penyuntingan, hingga memberikan gagasan melalui grup komunikasi.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi terhadap organisasi tidak selalu harus dilakukan secara langsung di lokasi kegiatan. Selama komunikasi dan rasa kebersamaan tetap terjaga, anggota yang berada di luar daerah masih dapat mengambil peran sesuai dengan kemampuannya.
Pada akhirnya, predikat teladan yang dipertahankan DKR Tambak menjadi hasil dari proses yang melibatkan banyak pihak. Konsistensi menjalankan program, ketertiban administrasi, kualitas kegiatan, dukungan orang dewasa, serta kekompakan anggota menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
“Jangan takut untuk berproses. Yakinlah bahwa kita bisa untuk mencoba hal baru. Asal kita mau belajar, berusaha, pasti sesuatu yang kecil yang dilakukan secara konsisten akan menumbuhkan sesuatu yang besar yang mungkin itu menjadi sebuah penghargaan besar bagi kita,” pesan Bina.
Bina mengajak anggota Pramuka untuk tidak takut menjalani proses dan mencoba hal-hal baru. Menurutnya, pencapaian besar dapat bermula dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Ia berharap semangat “unggul, bersinergi, berprestasi” terus menjadi motivasi bagi anggota Pramuka di Kwarran Tambak maupun Kwarcab Banyumas. Bagi DKR Tambak, mempertahankan predikat teladan bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan menjaga proses pembelajaran organisasi agar terus berkembang dan memberikan manfaat bagi pangkalan serta masyarakat. (Novita Widya Putri)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....