PPK Ormawa Dorong Desa Cerdas dan Produktif melalui Literasi dan Smart Farming
- 15 Sep 2026 07:56 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID. Purwokerto – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) mendorong keterlibatan mahasiswa dalam membangun desa yang cerdas, produktif, dan mandiri. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari peningkatan literasi, pengembangan potensi usaha hingga penerapan teknologi pertanian. Hal ini dibahas dalam dialog Purwokerto Menyapa RRI Purwokerto, Senin (14/9/2026).
Tim PPKO HMPS PGSD melalui program Desa Cerdas menyasar masyarakat Desa Danasari dengan mengembangkan enam kelas atau pojok literasi, yakni Ruang Aksara Cerdas, Ruang Cakap Digital, Ruang Usaha Warga, Ruang Cakap Finansial, Ruang Digital Marketing, dan Ruang Peduli Bumi. Nabila Zahra mengatakan, program tersebut dipilih karena sesuai dengan bidang pendidikan yang menjadi disiplin ilmu timnya. “Kebetulan di desa sasaran kami sekitar 82 persen masyarakatnya hanya lulusan sekolah dasar. Jadi kami memilih untuk menggunakan topik Desa Cerdas,” ujarnya.
Selain peningkatan literasi, tim juga mengembangkan Perpustakaan Sikades Cerdas yang bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purbalingga melalui program Pusdukma (Perpustakaan Digital Masuk Rumah). Masyarakat dapat mengakses buku digital menggunakan smartphone melalui QR code. Tim juga mengembangkan website Sikades Cerdas yang memuat katalog produk desa, berita, serta layanan pengurusan surat secara online untuk memudahkan masyarakat.
Sementara itu, PPK Ormawa BEM FPP mengembangkan konsep Smart Farming di Desa Purbadana, Kecamatan Sumbang. Damar Jati Wijaya menjelaskan, teknologi Internet of Things (IoT) digunakan untuk pemantauan iklim secara presisi, termasuk suhu, pH, dan larutan AB Mix secara real-time melalui smartphone. “Data tersebut dimasukkan ke dalam laporan musiman untuk melakukan evaluasi budidaya di musim berikutnya agar produktivitasnya lebih baik lagi,” katanya.
Program Smart Farming juga diarahkan pada penguatan pengelolaan dan hilirisasi hasil pertanian. Tim menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), mengajarkan pembuatan AB Mix secara mandiri, serta mengembangkan kelembagaan Purbatani Hydrofarm untuk mengelola greenhouse desa. Produk pertanian seperti selada dan pakcoy juga diolah menjadi produk bernilai tambah. Menurut Damar, keberlanjutan program membutuhkan keterlibatan semua pihak. “Sebagus apa pun program kita, tanpa partisipasi dan kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa, program tidak akan berjalan,” ujarnya.
Kedua tim menekankan bahwa keberadaan mahasiswa di desa tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi diarahkan agar masyarakat mampu melanjutkan program secara mandiri. Nabila mengatakan, “Kami ingin meninggalkan sistem dan kemampuan agar ketika mahasiswa selesai bertugas, masyarakat mampu bergerak mandiri, bertumbuh, dan lebih cerdas secara berkelanjutan.” Upaya tersebut diperkuat dengan monitoring berkelanjutan, kelembagaan desa, serta penyusunan roadmap agar manfaat program PPK Ormawa dapat terus dirasakan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....