Hadapi Transisi SMA ke Kuliah, Mahasiswa Baru Perlu Bangun Mental Tangguh
- 27 Agt 2026 10:26 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Masa transisi dari sekolah menengah menuju dunia perkuliahan dinilai menjadi fase yang membutuhkan kesiapan mental bagi mahasiswa baru. Perubahan pola belajar, lingkungan sosial, hingga tuntutan akademik membuat mahasiswa perlu memiliki kemampuan beradaptasi agar tidak mudah mengalami tekanan.
Dosen Fakultas Psikologi UMP, Nia Anggri Noveni, S.Psi., M.A., mengatakan memasuki perguruan tinggi merupakan bagian dari transisi perkembangan dari masa remaja menuju dewasa. Pada fase tersebut, mahasiswa dapat mengalami perubahan pola pikir, kondisi sosial, maupun emosional.
Menurutnya, munculnya rasa takut dan cemas ketika memasuki dunia perkuliahan merupakan hal yang wajar. Mahasiswa baru umumnya belum memiliki gambaran mengenai sistem perkuliahan maupun tuntutan akademik yang akan dihadapi.
“Secara naluri memang rasa ketakutan, kecemasan itu wajar karena belum tahu, belum ada bayangan,” kata Nia dalam Dialog Curhatnya Pro 2 RRI Purwokerto baru-baru ini.
Nia menilai kemampuan adaptasi menjadi salah satu fondasi penting yang perlu dimiliki mahasiswa baru. Adaptasi tidak hanya berkaitan dengan lingkungan pertemanan, tetapi juga mencakup sistem perkuliahan dan perkembangan teknologi yang digunakan dalam kegiatan akademik.
Mahasiswa juga perlu memahami bahwa kehidupan perkuliahan tidak selalu sesuai dengan ekspektasi yang dibangun sebelumnya. Ketika menghadapi tugas yang menumpuk, tekanan akademik, atau situasi yang tidak menyenangkan, mahasiswa justru dapat menjadikannya sebagai kesempatan untuk melatih kemampuan menghadapi masalah dan mengelola emosi.
Ia menjelaskan, mahasiswa perlu belajar menghadapi kesulitan, bukan terus-menerus menghindarinya. Situasi tersebut dapat melatih kemampuan menganalisis masalah, mengambil keputusan, serta mengelola emosi sehingga mental mahasiswa menjadi lebih kuat.
Selain itu, mahasiswa baru disarankan memanfaatkan keberadaan dosen pembimbing akademik ketika mengalami kesulitan dalam menjalani perkuliahan. Dosen pembimbing akademik dapat menjadi tempat berdiskusi mengenai persoalan akademik maupun strategi mengelola diri selama menjalani masa transisi di perguruan tinggi.
Nia menambahkan, proses penyesuaian mahasiswa terhadap lingkungan perkuliahan dapat membutuhkan waktu. Oleh karena itu, mahasiswa baru perlu memberikan kesempatan kepada dirinya untuk berproses, mengenali lingkungan, serta membangun strategi agar mampu menjalani kehidupan perkuliahan dengan lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....