KKN UIN Saizu Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aroma Terapi di Desa Lebeng

  • 13 Agt 2026 16:08 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 012 Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar kegiatan edukasi dan praktik pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aroma terapi bersama ibu-ibu Desa Lebeng, Sumpiuh Banyumas, pada Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Lebeng sebagai bagian dari upaya meningkatkan kreativitas masyarakat sekaligus mendorong kepedulian terhadap pengelolaan limbah rumah tangga.

Dalam suasana yang hangat dan interaktif, salah satu mahasiswa KKN 012 UIN Saizu membuka sesi dengan pertanyaan ringan, “Ibu-ibu biasanya kalau minyak goreng sudah hitam, dibuang ke mana?” Beberapa peserta pun menjawab beragam, ada yang membuang ke saluran air, ada pula yang menyimpannya. Dari percakapan tersebut, mahasiswa kemudian menjelaskan dampak buruk pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan.

“Kalau dibuang ke selokan, bisa menyumbat dan mencemari air, Bu. Padahal sebenarnya minyak jelantah ini masih bisa dimanfaatkan lagi,” jelas salah satu mahasiswa pemateri. Ia kemudian memperkenalkan ide pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aroma terapi yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai jual.

Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan lilin aroma terapi. Ibu-ibu Desa Lebeng tampak antusias mengikuti setiap langkah. “Ternyata gampang juga ya, Nak. Saya kira susah,” ujar salah satu peserta sambil tersenyum saat mencoba menuangkan campuran lilin. Mahasiswa KKN pun mendampingi satu per satu proses, mulai dari penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga pembentukan lilin dengan tambahan aroma.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi yang aplikatif kepada masyarakat. Pemanfaatan minyak jelantah diharapkan dapat menjadi alternatif pengelolaan limbah rumah tangga yang sederhana, kreatif, dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, ibu-ibu Desa Lebeng tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomis. “Kalau bisa dikembangkan, ini bisa jadi usaha kecil-kecilan di rumah,” ujar salah satu ibu peserta dengan penuh semangat.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang minyak jelantah secara sembarangan serta mengubah limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. (Khoirunisa Rahma Feriska)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....