Cooking Class Dimsum: Proker KKN UIN Saizu Tingkatkan Ekonomi Ibu PKK Desa Ketanda

  • 12 Agt 2026 11:47 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Profesor Kyai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Kelompok 010 Desa Ketanda Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan cooking class bersama ibu-ibu PKK melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), Selasa 11 Agustus 2026.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berfokus pada praktik pembuatan dimsum sebagai salah satu upaya meningkatkan keterampilan dan kreativitas ibu-ibu PKK. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh PLKB Kecamatan Sumpiuh, Bagus. Dalam pelaksanaannya, ibu-ibu PKK tidak hanya mendapatkan materi mengenai pembuatan dimsum, tetapi juga langsung mempraktikkan setiap tahapan secara berkelompok dengan didampingi oleh mahasiswa KKN 010.

Pemateri dalam kegiatan tersebut, Zarva Maura, memberikan penjelasan sekaligus demonstrasi mengenai proses pembuatan dimsum. Ia menjelaskan tahapan mulai dari persiapan bahan, pembuatan isian, pengisian kulit dimsum, pembentukan, hingga proses pemasakan.

"Melalui praktik secara langsung, ibu-ibu PKK diharapkan dapat memahami setiap tahapan pembuatan dimsum dan mampu mempraktikkannya kembali secara mandiri. Dimsum juga dapat menjadi salah satu produk makanan yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha," ujar Zarva Maura.

Setelah mendapatkan demonstrasi dari pemateri, ibu-ibu PKK langsung mempraktikkan pembuatan dimsum. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok agar proses praktik dapat berjalan lebih efektif.

Mahasiswa KKN 010 turut mendampingi di setiap kelompok. Para mahasiswa membantu ibu-ibu PKK selama proses pembuatan, memberikan arahan apabila terdapat kesulitan, serta memastikan setiap tahapan dapat dilakukan dengan baik.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan penuh antusiasme. Ibu-ibu PKK terlihat aktif mengikuti proses pembuatan dimsum, mulai dari mengolah bahan hingga membentuk dimsum sebelum dimasak. Praktik secara langsung juga membuat peserta dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

PLKB Kecamatan Sumpiuh, Bagus, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan melalui UPPKA tersebut. Menurutnya, kegiatan keterampilan seperti cooking class dapat menjadi salah satu bentuk pemberdayaan yang memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

"Kegiatan seperti ini sangat baik karena dapat memberikan keterampilan baru kepada ibu-ibu PKK. Harapannya, keterampilan yang diperoleh tidak hanya diterapkan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha," ungkap Bagus.

Sementara itu, perwakilan KKN Kelompok 010 Desa Ketanda mengatakan kegiatan cooking class tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi ibu-ibu PKK, khususnya dalam menambah keterampilan dan kreativitas. Semoga ilmu yang didapatkan melalui kegiatan ini dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif," ujarnya.

Melalui kegiatan cooking class dalam program UPPKA ini, KKN 010 Desa Ketanda berharap keterampilan yang diperoleh ibu-ibu PKK dapat terus dikembangkan. Selain menambah kemampuan dalam mengolah makanan, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan produk kuliner yang memiliki nilai jual dan mendukung kemandirian ekonomi keluarga.

Kegiatan ditutup dengan menikmati hasil dimsum yang telah dibuat bersama. Antusiasme ibu-ibu PKK selama kegiatan menjadi salah satu gambaran positif dari pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKN 010 Desa Ketanda. (Rizka Lutfiani)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....