Festival Dolanan Kuna Tanamkan Kebersamaan dan Kurangi Ketergantungan Gawai

  • 07 Agt 2026 09:51 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Festival Dolanan Kuna di Museum Panglima Besar Jenderal Sudirman Purwokerto tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya sekaligus penanaman nilai kebersamaan kepada anak-anak melalui permainan tradisional.

Pegiat permainan tradisional dari Desa Wisata Kejawar, Kang Narto, mengatakan permainan tradisional menyimpan pesan moral yang diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, setiap permainan mengajarkan sportivitas, kerja sama, hingga sikap rendah hati dalam menerima kemenangan maupun kekalahan.

"Dalam dolanan kuna ada pesan moral sejak hompimpa. Menang tidak boleh sombong dan kalah tidak boleh merasa rendah diri karena semuanya kembali kepada Tuhan," ujar Kang Narto.

Ia menambahkan, pihaknya tidak hanya memproduksi alat permainan tradisional, tetapi juga mengajarkan cara bermain kepada anak-anak dan masyarakat. "Di Kejawar kami memproduksi alat permainan tradisional sekaligus mengajarkan anak-anak maupun masyarakat cara memainkannya," katanya.

Sementara itu, salah seorang orang tua pengunjung, Asih, menilai kegiatan tersebut mampu menjadi alternatif bagi anak-anak agar lebih aktif bergerak dan mengurangi waktu bermain gawai. "Menurut saya ini bagus untuk memperkenalkan permainan zaman dahulu. Anak-anak dilatih lebih kreatif, berbaur dengan teman-temannya, sekaligus mengurangi kegiatan bermain gadget," ujarnya.

Asih berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin di berbagai daerah sebagai upaya melestarikan permainan tradisional. "Harapannya kegiatan seperti ini bisa dikembangkan lagi, misalnya diadakan rutin di desa-desa agar permainan tradisional tetap dikenal anak-anak sekarang dan budaya kita tetap lestari," pungkasnya.

Festival Dolanan Kuna menghadirkan berbagai permainan berbahan bambu, kayu, dan pelepah pinang yang mengajak anak-anak bergerak, bekerja sama, serta menikmati interaksi langsung. Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa permainan tradisional tetap relevan sebagai media edukasi, pelestarian budaya, dan penguatan karakter di tengah era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....