Bawaslu Gelar Sarasehan di Desa Ketanda, Ajak Warga Tolak Politik Uang

  • 02 Agt 2026 16:38 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Demokrasi yang berkualitas tidak hanya bergantung pada penyelenggara pemilu, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam menjaga integritas setiap tahapan pemilu. Berangkat dari semangat tersebut, masyarakat Desa Ketanda mengikuti sosialisasi tentang pencegahan politik uang sebagai upaya membangun budaya demokrasi yang bersih, jujur, dan adil melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Mahasiswa KKN Kelompok 010 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto mengadakan kegiatan di Balai Pertemuan RT 02/RW 01 Desa Ketanda Sumpiuh Banyumas. Kegiatan yang menghadirkan anggota Bawaslu Kabupaten Banyumas Amin Latif, S.Sos., C.Med sebagai narasumber yang memberikan edukasi mengenai bahaya politik uang serta pentingnya pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan pemilu, Sabtu (1/8/2026).

Dalam penyampaian materinya, Amin Latif menjelaskan bahwa politik uang merupakan salah satu ancaman terbesar bagi demokrasi karena dapat menghilangkan kebebasan masyarakat dalam menentukan pilihan berdasarkan hati nurani. Praktik tersebut tidak hanya melanggar ketentuan hukum, tetapi juga berpotensi melahirkan pemimpin yang tidak berpihak pada kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki pemahaman yang baik agar mampu menolak segala bentuk praktik politik uang.

"Politik uang bukan hanya persoalan memberikan atau menerima uang, tetapi juga menyangkut masa depan demokrasi. Masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam menolak praktik tersebut dan berani melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran," ujar Amin Latif, S.Sos., C.Med.

Beliau juga menegaskan bahwa Bawaslu terus mendorong pengawasan partisipatif dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam mengawal pemilu yang jujur, adil, dan bebas dari pelanggaran, termasuk politik uang serta penyebaran informasi yang menyesatkan.

Sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab yang mendapat respons positif dari peserta. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait bentuk-bentuk politik uang yang sering terjadi di lingkungan masyarakat, langkah pencegahannya, hingga mekanisme pelaporan kepada Bawaslu apabila ditemukan dugaan pelanggaran. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas demokrasi sejak lingkungan terkecil.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Ketanda semakin memahami dampak negatif politik uang serta memiliki keberanian untuk menolak dan melawannya. Dengan terbangunnya kesadaran kolektif, masyarakat dapat berkontribusi dalam mewujudkan pemilu yang bersih, berintegritas, dan mencerminkan kehendak rakyat yang sesungguhnya. (Asri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....