Radar Cuaca S-Band Cilacap Perkuat Akurasi Informasi Cuaca
- 27 Jul 2026 09:23 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat sistem pemantauan cuaca melalui pemanfaatan teknologi radar cuaca S-Band yang dioperasikan di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap. Kehadiran radar tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecepatan sekaligus akurasi informasi cuaca, khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir selatan Jawa hingga Banyumas Raya.
Ketua Tim Analisa dan Prakiraan BMKG Cilacap, Adnan Dendy Mardika, menjelaskan radar S-Band merupakan alat pemantau cuaca jarak jauh yang mampu mendeteksi keberadaan tetesan air di atmosfer serta perkembangan awan hujan. Berbeda dengan radar pada umumnya, teknologi ini memiliki jangkauan hingga 400 kilometer sehingga dapat memantau kondisi cuaca di wilayah laut secara lebih luas.
"Keunggulan S-Band dibanding tipe lain adalah jangkauannya yang mencapai 400 kilometer. Hal ini membuat informasi cuaca, khususnya untuk aktivitas di wilayah pesisir dan lautan, menjadi lebih akurat," ujarnya, dalam Siaran Dialog Kenthongan Pro 1 RRI Purwokerto.
Menurutnya, sebelum radar tersebut beroperasi, BMKG mengandalkan pengamatan melalui citra satelit. Kini, data radar tidak menggantikan sistem yang sudah ada, melainkan dikombinasikan dengan pengamatan satelit serta balon cuaca untuk menghasilkan analisis yang lebih lengkap.
| Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini di Banyumas Raya |
Adnan menambahkan, keberadaan radar S-Band memberikan manfaat bagi berbagai sektor. Di wilayah pegunungan seperti Banyumas, Banjarnegara, dan Purbalingga, data radar dapat mendukung deteksi potensi hujan lebat yang berisiko memicu longsor maupun banjir. Sementara itu, di wilayah pesisir, informasi yang dihasilkan membantu nelayan dan pelaku transportasi laut dalam mengantisipasi gelombang tinggi, angin kencang, hingga cuaca ekstrem.
Ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan informasi resmi BMKG sebagai dasar pengambilan keputusan saat beraktivitas.
"Dengan semakin lengkapnya peralatan yang kami miliki, harapannya informasi yang disampaikan dapat menjadi dasar pertimbangan masyarakat maupun pemangku kepentingan dalam upaya mitigasi bencana," tuturnya.
BMKG terus mengembangkan sistem pemantauan cuaca melalui integrasi radar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan pengamatan sekaligus meningkatkan kualitas layanan informasi cuaca yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Di akhir diskusi, Adnan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan informasi cuaca yang disampaikan BMKG sebagai dasar dalam mengambil keputusan, terutama saat menghadapi potensi cuaca ekstrem. "Yang paling utama adalah kami harapkan informasi ini sampai kepada masyarakat. (Kartika)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....