More Than Pretty Pages: Journaling untuk Bertumbuh dan Bersyukur
- 23 Jul 2026 12:56 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Art Journal bukan hanya sebagai sarana mengekspresikan kreativitas, tetapi juga dapat menjadi ruang aman untuk mengenal diri sendiri, mengelola emosi, sebagai teman yang bisa mendokumentasikan perjalanan hidup. Hal itu disampaikan oleh Jornal Enthusiast, Caca, dalam program Apresiasi Seni dan Sastra Pro 2 Purwokerto yang mengangkat tema "More Than Pretty Page: Journaling sebagai Ruang Bertumbuh dan Bersyukur".
Menurutnya, kebiasaan menulis jurnal sudah dimulai sejak duduk di bangku sekolah dasar yang dulu disebut sebagai buku dairy. Namun, seiring bertambahnya usia, ia mulai mengkombinasikan tulisan dengan berbagai visual seperti doddle, stiker, maupun wash tape, hingga bunga kering yang berkembang menjadi art journaling.
"Awalnya memang hanya iseng. Tapi semakin ke sini saya menyadari kalau journaling memberikan dampak yang sangat baik, terutama sebagai ruang untuk menuangkan pikiran, perasaan, dan berbagai memori yang kita miliki," ungkap Caca.
Journaling bukan hanya menghasilkan halaman yang menarik secara visual. Kegiatan itu bisa menjadi alat untuk melihat kembali proses hidup yang telah dijalani sehingga menumbuhkan rasa syukur atas perkembangan diri.
"Ketika kita membuka kembali jurnal lama, kita jadi sadar bahwa ternyata kita sudah bertumbuh sejauh ini. Itu menjadi salah satu hal yang sangat layak untuk disyukuri," katanya.
Beliau juga mengungkapkan bahwa journaling bisa dilakukan kapan saja, bukan hanya ketika sedang mengalami hari yang berat atau overthinking akan masa depan. Momen bahagia, pengalaman baru, maupun kenangan sederhana sehari-hari juga dapat didokumentasikan sebagai bagian dari perjalanan hidup kita. Journaling juga efektif dalam membantu meregulasi emosi, dengan menuliskan pikiran dan perasaan dalam jurnal, beban yang sebelumnya dirasa berat maka dapat diurai secara lebih sehat, dan menghindari keputusan emosional sesaat dalam bertindak.
"Ketika kita membuka kembali jurnal lama, kita jadi sadar bahwa ternyata kita sudah bertumbuh sejauh ini. Itu menjadi salah satu hal yang sangat layak untuk disyukuri," katanya.
Ia menjelaskan, journaling dapat dilakukan kapan saja, tidak hanya saat seseorang sedang mengalami kesedihan atau overthinking. Momen bahagia, pengalaman baru, maupun kenangan sederhana sehari-hari juga dapat didokumentasikan sebagai bagian dari perjalanan hidup.
Selain menjadi media refleksi diri, journaling juga dinilai efektif membantu seseorang meregulasi emosi. Dengan menuliskan pikiran dan perasaan ke dalam jurnal, beban yang sebelumnya hanya dipendam dapat diurai secara lebih sehat.
"Sebagai manusia yang punya perasaan dan pikiran, kita perlu memiliki ruang yang aman untuk menuangkan semuanya. Journaling bisa menjadi salah satu ruang tersebut," jelasnya.
Caca juga menambahkan, seseorang tidak perlu membeli perlengkapan yang mahal untuk memulai journaling. Cukup menggunakan buku dan pulpen yang tersedia di rumah, siapa pun sudah bisa mulai menulis atau menggambar sesuai kenyamanan masing-masing. Melalui kebiasaan tersebut, ia merasakan manfaat berupa kemampuan mengenali diri sendiri, meregulasi emosi, serta menjadikan setiap pengalaman hidup sebagai proses pembelajaran. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai meluangkan waktu setiap hari, meski hanya beberapa menit, guna melakukan refleksi melalui journaling sebagai bagian dari proses bertumbuh. (Safira)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....