TPS 3R Kutasari Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

  • 18 Jul 2026 11:05 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Sampah plastik yang selama ini identik dengan limbah ternyata masih memiliki nilai manfaat. Di TPS 3R Desa Kutasari, Kabupaten Purbalingga, sampah plastik diolah menjadi bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk mesin diesel hingga traktor pertanian.

Pengurus Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Kutasari, Suswanto atau yang akrab disapa Pak Yanto, mengatakan pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya sampah plastik yang belum tertangani. Melalui teknologi pirolisis, sampah plastik yang telah dipilah dan dibersihkan dapat diolah menjadi bahan bakar yang mereka sebut Petasol.

"Kalau dulu sampah dianggap tidak ada nilainya, sekarang justru bisa menjadi bahan bakar. Yang penting plastiknya dipilah dan diolah dengan benar," ujarnya dalam program Green Radio Pro 1 RRI Purwokerto.

Ia menjelaskan, setiap proses produksi menggunakan sekitar 50 kilogram sampah plastik dan mampu menghasilkan sekitar 40 liter bahan bakar setelah melalui proses penyaringan dan pengolahan. Bahan bakar tersebut telah dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional mesin diesel di TPS 3R maupun traktor pertanian.

Selain mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar, TPS 3R Kutasari juga memanfaatkan sampah organik melalui budidaya maggot. Limbah organik diolah menjadi pakan maggot, sementara sisa hasil budidayanya dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Dengan demikian, sebagian besar sampah yang masuk dapat dimanfaatkan kembali.

Menurut Suswanto, saat ini TPS 3R Kutasari mengelola sekitar empat ton sampah setiap hari yang berasal dari rumah tangga, sekolah, perkantoran, hingga rumah sakit. Karena itu, ia berharap masyarakat semakin disiplin memilah sampah sejak dari rumah agar proses pengolahan menjadi lebih mudah dan efisien.

Ia juga menilai keterlibatan generasi muda menjadi salah satu kunci dalam membangun kesadaran pengelolaan sampah. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibarengi dengan aksi nyata dan pengembangan program yang berkelanjutan.

Menutup dialog, Suswanto mengajak masyarakat untuk tidak lagi memandang sampah sebagai masalah semata.

"Sampah harus kita pilah dan kita olah. Kalau masyarakat mau memanfaatkan TPS 3R, pengelolaan sampah akan jauh lebih baik dan lingkungan pun menjadi lebih bersih," pungkas Suswanto. (Kartika)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....