TPS 3R Kutasari Sulap Sampah Plastik Menjadi Biosolar Bernilai Ekonomis
- 13 Jul 2026 08:02 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto-Sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan ternyata dapat diubah menjadi sumber energi alternatif yang memiliki nilai ekonomi. Inovasi tersebut dikembangkan oleh Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Desa Kutasari, Kabupaten Purbalingga melalui teknologi pirolisis.
Pengurus TPS 3R Kutasari, Suswanto, mengatakan inovasi tersebut menghasilkan produk biosolar yang diberi nama Petasol dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar mesin diesel. "Petasol merupakan biosolar yang kami hasilkan dari limbah plastik dan sudah bisa digunakan langsung untuk kendaraan maupun mesin diesel," ujar Suswanto dalam Program Green Radio Pro 1 RRI Purwokerto, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Suswanto, proses pengolahan diawali dengan pemilahan sampah secara manual agar sampah organik, nonorganik, dan plastik dapat dipisahkan sesuai jenisnya. "Plastik yang masuk ke mesin harus benar-benar bersih dan kering supaya hasil minyaknya lebih maksimal," katanya.
Setelah melalui proses pemilahan, plastik dimasukkan ke dalam mesin pirolisis berkapasitas sekitar 50 kilogram setiap kali produksi. "Proses pemanasan berlangsung sekitar delapan jam menggunakan kayu bakar limbah sampai akhirnya menghasilkan minyak mentah," jelasnya.
Dari sekitar 50 kilogram sampah plastik diperoleh kurang lebih 45 liter minyak mentah yang kemudian melalui proses penyaringan dan pengendapan. "Setelah treatment sebanyak empat kali menggunakan katalis tanah liat, hasil akhirnya sekitar 40 liter biosolar siap pakai," ungkap Suswanto.
Menurutnya, biosolar tersebut telah dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan operasional. "Saat ini Petasol sudah dipakai untuk traktor pertanian, mesin diesel di TPS, hingga usaha tambal ban dan sudah lolos uji emisi," tambahnya.
Selain menghasilkan biosolar, TPS 3R Kutasari juga mengolah sampah organik menjadi pakan maggot yang menghasilkan kasgot sebagai pupuk organik. Inovasi tersebut diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....