Duta Anti-Kekerasan Unsoed: Kekerasan Tidak Selalu Berbentuk Fisik
- 13 Jul 2026 08:05 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Kekerasan tidak selalu berbentuk tindakan fisik, tetapi juga dapat hadir melalui ucapan, candaan, hingga perlakuan yang merendahkan dan kerap dianggap sebagai hal yang wajar. Isu tersebut menjadi pembahasan dalam program bahasa Inggris Pro 2 RRI Purwokerto bersama Duta Anti-Kekerasan Universitas Jenderal Soedirman.
Duta Anti-Kekerasan Unsoed, Yara Cornelia, mengatakan banyak bentuk kekerasan yang luput dari perhatian karena telah dinormalisasi dalam kehidupan sehari-hari. "Kekerasan bukan hanya menyakiti tubuh seseorang, tetapi juga dapat melukai pikiran, harga diri, dan kesehatan mental," ujarnya.
Menurut Yara, candaan yang membuat seseorang merasa malu, tidak nyaman, atau kehilangan rasa aman tidak lagi dapat dianggap sebagai humor biasa. Ia menegaskan setiap orang perlu memikirkan dampak dari setiap ucapan sebelum disampaikan kepada orang lain.
Sementara itu, Duta Anti-Kekerasan FISIP Unsoed, Katherine, menilai kekerasan emosional sering kali meninggalkan dampak yang lebih panjang dibandingkan luka fisik. "Kita perlu berani menetapkan batasan dan mengatakan bahwa suatu perlakuan tidak membuat kita nyaman," katanya.
Katherine juga mengingatkan bahwa tindakan sederhana seperti menertawakan kesalahan teman saat presentasi dapat memengaruhi kepercayaan diri seseorang. Karena itu, budaya saling menghormati perlu dibangun sejak hal-hal kecil agar lingkungan kampus menjadi lebih aman dan inklusif.
Dalam kesempatan tersebut, narasumber mengajak mahasiswa untuk tidak menormalisasi tindakan yang merendahkan orang lain. Mereka berharap generasi muda dapat membangun budaya saling menghargai melalui empati, keberanian menyampaikan batasan, serta kepedulian terhadap sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....