Hijrah Rasul Wariskan Teladan Persatuan dan Keberagaman

  • 09 Jul 2026 15:00 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Hijrah Rasulullah SAW bukan hanya perpindahan dari Makkah ke Madinah. Peristiwa tersebut juga melahirkan Piagam Madinah yang menjadi teladan dalam membangun persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Drs. Daliman, M.Pd. dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Purwokerto yang membahas tema "Di Antara Hikmah dari Hijrahnya Rasulullah". Menurutnya, salah satu hikmah terbesar dari hijrah Rasulullah bukan terletak pada keajaiban-keajaiban yang terjadi saat perjalanan hijrah, tetapi pada perubahan yang terjadi setelah Rasulullah tiba di Madinah.

"Dalam setiap peringatan tahun baru Hijriah biasanya diceritakan tentang keajaiban-keajaiban yang dialami Nabi ketika hijrah. Namun sebenarnya, hikmah yang perlu kita ambil bukan dari keajaiban itu, melainkan manfaat yang terjadi setelah hijrah bagi perkembangan umat Islam," tuturnya.

Ia menjelaskan, salah satu warisan penting dari peristiwa hijrah adalah lahirnya Piagam Madinah yang menjadi pedoman Rasulullah SAW dalam menjalankan pemerintahan di Madinah. Piagam tersebut mengatur kehidupan masyarakat yang terdiri atas berbagai suku dan agama sehingga mampu hidup berdampingan dalam satu kesatuan.

"Piagam Madinah merupakan undang-undang tertulis pertama yang disusun oleh umat manusia. Bahkan penyusunannya lebih dari 600 tahun mendahului Magna Carta di Inggris," jelasnya.

Menurut Ustaz Daliman, Piagam Madinah memuat enam prinsip utama, yaitu pembentukan satu umat, kebebasan beragama, persamaan hak dan kewajiban, pertahanan dan keamanan bersama, perlindungan hukum, serta musyawarah dalam kepemimpinan. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk dan menjunjung persatuan dalam keberagaman.

Ustaz Daliman menambahkan, hijrah pada masa kini tidak lagi dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Hijrah dapat diwujudkan dengan meninggalkan keyakinan maupun perilaku yang keliru, memperbaiki akhlak, hingga terus belajar untuk meningkatkan kualitas diri.

Di era digital, ia juga mengajak masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial dengan memilih informasi yang bermanfaat serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Kita harus cermat dan tidak mudah percaya kepada apa yang kita dapatkan dari siaran di media sosial," ujarnya.

Sebagai penutup, Ustaz Daliman mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah sebagai pengingat untuk terus berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik, sekaligus meneladani Rasulullah SAW dalam membangun persatuan, toleransi, dan kehidupan bermasyarakat di tengah keberagaman. (Kartika)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....