Transformasi Perpustakaan Digital Banyumas Perluas Akses Literasi Masyarakat

  • 09 Jul 2026 14:33 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Transformasi perpustakaan digital menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses informasi, meningkatkan budaya literasi, sekaligus mendukung kemandirian daerah melalui layanan inovatif, inklusif, dan menjangkau berbagai kalangan. Upaya tersebut juga dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Banyumas.

Kepala Dinas Arpusda Banyumas, Agus Anggraito, AP., M.Si., mengatakan transformasi dilakukan agar layanan perpustakaan tidak lagi dibatasi ruang, kapasitas gedung, maupun jam operasional. "Kami ingin masyarakat bisa mengakses bahan bacaan dari mana saja dan kapan saja," ujarnya.

Menurut Agus, transformasi digital menjadi kebutuhan seiring meningkatnya jumlah pengunjung perpustakaan, sementara kapasitas layanan fisik memiliki keterbatasan. Selain itu, melalui media sosial, masyarakat juga menyampaikan aspirasi agar perpustakaan tetap membuka layanan pada hari libur maupun di luar jam kerja.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Arpusda Banyumas menghadirkan tiga platform layanan digital, yaitu iPusda Banyumas, Titik Baca, dan Perpustakaane Inyong Banyumas Bintang Lima. iPusda Banyumas merupakan layanan berbasis aplikasi yang dapat diunduh untuk mengakses koleksi digital, sedangkan Titik Baca merupakan layanan berbasis web yang ditempatkan di ruang publik dan hanya dapat diakses di lokasi tersebut dengan radius sekitar 1 kilometer. Saat ini, Titik Baca tersedia di Alun-alun Purwokerto dan akan terus dikembangkan di berbagai lokasi strategis lainnya.

Sementara itu, Perpustakaane Inyong Banyumas Bintang Lima menjadi inovasi unggulan Arpusda Banyumas. Platform tersebut digagas langsung oleh Kepala Dinas Arpusda dan dikembangkan secara mandiri tanpa vendor maupun aplikasi, melainkan berbasis laman resmi pemerintah sehingga dapat diakses banyak pengguna secara bersamaan.

Salah satu keunggulan platform tersebut adalah pengguna dapat mengakses koleksi yang sama secara bersamaan tanpa harus mengantre. Selain itu, pengembangannya juga melibatkan berbagai pihak, seperti perguruan tinggi, Dinas Komunikasi dan Informatika, perbankan, pegiat literasi, taman bacaan masyarakat, hingga komunitas membaca untuk memperluas jangkauan layanan literasi.

Perpustakaane Inyong Banyumas Bintang Lima menyediakan beragam koleksi, mulai dari e-book, karya ilmiah, skripsi, tesis, karya penulis lokal, sejarah Banyumas, naskah kuno, kamus bahasa Jawa Banyumasan, hingga audiobook. Layanan yang diluncurkan pada Oktober 2025 tersebut terus dikembangkan dengan berbagai inovasi. Meski belum genap setahun beroperasi, jumlah pengunjungnya telah mencapai ribuan, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan tersebut.

Kepala Bidang Perpustakaan Arpusda Banyumas, Fuad Zein Arifin, S.Pd., menegaskan kehadiran perpustakaan digital bukan untuk menggantikan perpustakaan fisik, melainkan melengkapi keterbatasan layanan konvensional, terutama dalam memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan.

Untuk mendukung pemerataan literasi, Arpusda Banyumas tetap mengoptimalkan layanan perpustakaan keliling, layanan perpustakaan fisik, serta layanan digital sehingga masyarakat yang belum terbiasa memanfaatkan teknologi tetap dapat memperoleh layanan perpustakaan.

Di akhir dialog, Kepala Dinas Arpusda berharap dengan inovasi tersebut dapat mewujudkan ekosistem literasi di Banyumas, baik digital maupun yang fisik.

“Kami ingin mewujudkan ekosistem yang menjadikan masyarakat banyumas membaca kapanpun dan dimanapun,” tuturnya. (Kartika)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....