Pemberdayaan Berbasis Kesehatan Mental dan Teknologi Jadi Fokus Mahasiswa UMP

  • 02 Jul 2026 07:31 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan penguatan kesehatan mental dan peningkatan keterampilan digital. Pendekatan tersebut diterapkan dalam pendampingan di Yayasan Darmoyuwono Mersi sebagai upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja.

Asisten Peneliti HRE UMP, Tegar, mengatakan program diawali dengan asesmen kebutuhan sebelum memberikan pelatihan kesehatan mental kepada peserta. Setelah fondasi tersebut terbentuk, peserta akan mendapatkan pelatihan kesiapan kerja dan pemanfaatan teknologi.

"Kami memulai dengan asesmen, kemudian memperkuat kesehatan mental terlebih dahulu sebelum masuk ke pelatihan kesiapan kerja dan teknologi," kata Tegar.

Valdi menjelaskan kesehatan mental menjadi bekal penting agar peserta memiliki ketahanan menghadapi tantangan kehidupan maupun dunia kerja. Menurutnya, pemberdayaan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan peserta.

"Kami membantu mereka mengenali kelebihan dan kekurangan dirinya agar memiliki ketahanan mental sekaligus siap menghadapi dunia kerja," ujar Valdi.

Dalam program tersebut, peserta juga akan memperoleh pelatihan penggunaan aplikasi desain, kecerdasan buatan (AI), serta penyusunan career passport sebagai bekal memasuki dunia kerja. Teknologi dinilai menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di berbagai sektor.

Kemal mengatakan setiap peserta memiliki potensi yang berbeda sehingga pendampingan dilakukan sesuai minat dan bakat masing-masing. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu peserta mencapai aktualisasi diri sekaligus meningkatkan kemandirian.

"Kami ingin membantu mereka menemukan potensinya, lalu mengembangkan kemampuan itu dengan memanfaatkan teknologi yang ada," ungkap Kemal.

Para narasumber berharap semakin banyak anak muda berani memulai aksi nyata di masyarakat tanpa takut gagal. Mereka menilai perubahan besar selalu diawali dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

"Mulai saja dulu dan percaya proses, karena kegagalan bukanlah akhir dari segalanya," tutur Valdi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....