Fenomena Lipstick Effect Picu Perilaku Konsumtif di tengah Krisis Ekonomi
- 24 Jun 2026 07:44 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Melemahnya nilai tukar rupiah dan kenaikan harga kebutuhan pokok dinilai tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat, tetapi juga memengaruhi pola konsumsi sehari-hari. Hal ini berkaitan dengan konsep lipstick effect yang dibahas oleh Nia Anggri Noveni, S.PSi., M.A., selaku Dosen Fakultas Psikologi UMP dalam Dialog Jaga Malam Curhatnya Pro 2, Selasa (16/06/26).
Fenomena lipstick effect yaitu kecenderungan masyarakat tetap membeli barang-barang kecil yang dianggap memberikan kepuasan di tengah situasi ekonomi yang sulit. Produk seperti lipstik, tumbler, hingga perawatan kulit menjadi contoh barang yang kerap dibeli sebagai bentuk hiburan atau penghargaan diri.
“Pada tahun lalu saya sempat membahas tentang lipstick effect untuk memprediksi bahwa ekonomi global sedang tidak baik-baik saja. Saat kemewahan diarahkan pada hal-hal yang kecil seperti lipstik, tumbler, atau skin care,” ungkap Nia.
Menurutnya, kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian membuat sebagian orang mencari pelarian melalui aktivitas konsumsi. Tidak sedikit yang membeli barang dengan alasan self reward setelah mengalami kelelahan atau burnout, meski sebenarnya barang tersebut tidak terlalu dibutuhkan.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, masyarakat didorong menerapkan perilaku hidup sadar atau mindful living. Kesadaran terhadap pikiran, perasaan, nilai-nilai pribadi, serta konsekuensi dari setiap keputusan finansial dinilai penting agar tidak terjebak dalam pola konsumsi yang merugikan.
Nia menambahkan bahwa kesejahteraan finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga kemampuan mengelola pengeluaran dan memiliki tujuan hidup yang jelas. Perilaku hidup sadar dapat menjadi kekuatan psikologis yang menyelamatkan mental masyarakat Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....