Buku Puisi "Arah Pulang" Ubah Duka Kehilangan Orang Tua Jadi Karya

  • 23 Jun 2026 08:24 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Seorang penulis muda asal Purwokerto, Ana Aenita, meluncurkan buku antologi puisi perdananya yang berjudul "Arah Pulang". Karya tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada almarhumah ibundanya sekaligus media untuk mengabadikan perjalanan hidupnya dalam menghadapi kehilangan kedua orang tua dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Kisah di balik proses kreatif penulisan buku tersebut dibagikan Ana saat menjadi narasumber dalam Jaga Malam Apresiasi Seni dan Sastra Pro 2 FM pada Minggu (14/6/2026). Ia menjelaskan bahwa "Arah Pulang" lahir dari kumpulan catatan pribadi, refleksi kehidupan, serta berbagai pengalaman emosional yang dialaminya sejak usia 20 hingga 25 tahun.

“Buku ini saya dedikasikan untuk ibu. Banyak tulisan di dalamnya yang berangkat dari kerinduan, kehilangan, dan proses saya menerima berbagai kenyataan hidup yang tidak mudah,” ujar Ana.

Lulusan bidang matematika tersebut mengungkapkan bahwa proses penyusunan buku memakan waktu hampir satu tahun. Namun, tahap penulisan paling intensif dilakukan dalam dua hingga tiga bulan terakhir sebelum buku tersebut resmi diterbitkan pada akhir Mei 2026.

Menurut Ana, proses menulis tidak selalu berjalan mudah. Ia harus kembali membuka berbagai kenangan dan pengalaman yang pernah meninggalkan luka mendalam, terutama setelah kehilangan kedua orang tuanya.

Meski demikian, ia memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai sumber kekuatan untuk terus berkembang. Melalui puisi-puisi yang ditulisnya, Ana berusaha menuangkan berbagai emosi yang selama ini sulit diungkapkan secara langsung.

Baginya, sastra menjadi ruang yang aman untuk berdialog dengan diri sendiri sekaligus merekam perjalanan hidup yang penuh pembelajaran. Ana berharap buku "Arah Pulang" tidak hanya menjadi media penyembuhan bagi dirinya sendiri, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi pembaca yang tengah menghadapi pengalaman serupa.

Ia ingin karyanya menjadi teman bagi mereka yang sedang berjuang menerima kehilangan dan berusaha bangkit dari masa-masa sulit. Ana juga mengajak masyarakat untuk tidak takut menjadikan pengalaman hidup, termasuk kesedihan dan kehilangan, sebagai sumber inspirasi untuk menghasilkan karya yang bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....