Mengatasi Emotional Flattening: Tanda Otakmu Lagi Overload
- 15 Jun 2026 08:28 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Emotional flattening atau perasaan datar, terjadi ketika seseorang mengalami penurunan intensitas emosi, baik positif maupun negatif. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya stres, kelelahan,depresi dan gangguan mental lainnya
Menurut Dewi Rochma, M.Psi, CMEHt, CPEC, seorang psikolog dan hipoterapis mengungkapkan, bahwa emotional flattening bukan berarti seseorang kehilangan emosi, melainkan mengalami mati rasa emosi secara sementara.
Kondisi tersebut ditandai dengan tidak adanya reaksi emosional yang kuat terhadap berbagai situasi. Seseorang tetap menjalani aktivitas sehari-hari, namun merasa hambar, tidak bersemangat terhadap hal-hal yang sebelumnya disukai, serta mengalami kedekatan emosional yang menurun dalam hubungan sosial.
“Emotional flattening dapat dipicu oleh stres berkepanjangan, pengalaman traumatis, atau kebiasaan menahan perasaan dalam jangka waktu lama. Kondisi ini bukan merupakan bentuk kemalasan, melainkan sinyal bahwa sistem emosi sedang mengalami kelelahan,” lanjutnya.
Hipnoterapi dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi emotional flattening. Hipnoterapi adalah teknik yang menggunakan hipnosis untuk membantu individu mengakses dan mengubah pola pikir, emosi, dan perilaku yang tidak diinginkan.
Metode tersebut bertujuan membawa otak ke kondisi rileks dan aman, sehingga emosi yang tertekan dapat muncul secara bertahap dan diproses tanpa paksaan.
Pemahaman mengenai emotional flattening diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental serta membantu individu mengenali tanda-tanda kelelahan emosional sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....