Belajar Sepanjang Hayat: Kunci Tetap Relevan di Usia Berapapun

  • 15 Jun 2026 08:27 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Menuntut ilmu merupakan kewajiban yang tidak dibatasi oleh usia. Hal tersebut disampaikan Ustaz Drs. Daliman, M.Pd., dalam kajian Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto bertema “Belajar Sepanjang Hayat”.

Menurut Ustaz Daliman, dalam Islam belajar tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas sekolah atau bangku kuliah, tetapi sebagai proses seumur hidup, sejak lahir hingga akhir hayat. Ia mengutip hadis yang menyebutkan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah.

Ia menjelaskan, ilmu dapat dibedakan menjadi ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Keduanya perlu dipelajari secara seimbang sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat. Konsep belajar sepanjang hayat, lanjutnya, telah dikenal dalam ajaran Islam jauh sebelum istilah life long education berkembang di dunia Barat.

“Perkembangan zaman dan teknologi menuntut manusia untuk terus belajar. Jika berhenti belajar, maka seseorang akan tertinggal,” ujarnya.

Ustaz Daliman juga menegaskan bahwa ilmu seharusnya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu yang tidak diamalkan diibaratkan seperti pohon yang tidak berbuah dan tidak memberi manfaat.

Dalam sesi tanya jawab, ia menyampaikan bahwa kegagalan dan kesulitan hidup merupakan bagian dari proses pembelajaran. Menurutnya, kegagalan tidak seharusnya membuat seseorang putus asa, melainkan menjadi dorongan untuk terus memperbaiki diri.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya niat dalam menuntut ilmu. Belajar yang dilandasi keikhlasan akan membawa manfaat yang lebih besar dibandingkan belajar semata-mata untuk pencitraan atau gengsi.

Ia berharap, semangat belajar sepanjang hayat dapat terus ditumbuhkan agar ilmu yang diperoleh mampu meningkatkan kualitas iman, akhlak, dan kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....