Humble Bragging: Batas Tipis antara Bersyukur dan Cari Validasi

  • 05 Jun 2026 07:51 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Fenomena memamerkan pencapaian atau flexing di media sosial kini telah bertransformasi menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan psikologis remaja untuk mengejar eksistensi dan jati diri. Namun, perilaku ini sering kali berbenturan dengan nilai-nilai budaya kolektif ketimuran seperti konsep andap asor yang sangat menjunjung tinggi kerendahan hati dan melarang kesombongan.

Dialog Curhatnya Pro 2 RRI Purwokerto bersama Nia Anggri Noveni, S.PSi., M.A - Dosen Fakultas Psikologi UMP yang membahas tema Flexing dalam Budaya Kolektif (Humble Bragging).

“Benturan nilai tersebut akhirnya melahirkan fenomena baru berupa humble bragging atau perilaku merendah untuk meninggi,” ujarnya. Strategi presentasi diri ini sayangnya dinilai kurang efektif karena netizen yang jeli tetap dapat merasakan adanya ketidaktulusan sehingga justru bisa menurunkan tingkat kepercayaan publik.

Ketergantungan yang terlalu tinggi pada validasi eksternal seperti jumlah tombol suka, pengikut, dan kolom komentar berisiko memicu gangguan kesehatan mental berupa stres dan kecemasan. Ketika ekspektasi terhadap respons positif publik tidak terpenuhi, seorang akan rentan mengalami tekanan psikologis akibat hilangnya kontrol atas apresiasi lingkungan.

Untuk mengatasi jebakan itu, masyarakat diimbau untuk menumbuhkan kesadaran diri juga menerapkan filosofi jawa eling lan waspodo sebelum membagikan konten. Mengembalikan niat dasar media sosial sebagai wadah dokumentasi pribadi atau pembagi informasi yang menginspirasi akan membebaskan seseorang dari beban ketergantungan validasi orang lain.

Sebagai penutup, Nia berpesan agar generasi muda tidak hanya terpaku pada pemenuhan pengakuan semata melainkan mengalihkan energinya untuk fokus pada program pengembangan diri. Melalui pemanfaatan ruang digital yang bijak untuk berkolaborasi dan membangun jejaring, remaja optimis dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara mental di kehidupan nyata. (Khofifah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....