Beda Itu Biasa, Bermusuhan Jangan: Pelajaran dari Bhineka Tunggal Ika
- 01 Jun 2026 15:33 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan kodrat serta kekayaan hakiki yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia sejak dahulu kala. Di era modern ini, masyarakat dituntut untuk memiliki kedewasaan berpikir agar mampu menyikapi setiap perbedaan pandangan secara bijak tanpa memicu perpecahan.
Khikam Aziz selaku Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Purbalingga dalam segmen SPADA Pro 2 RRI Purwokerto, yang hadir membahas tema “Beda Itu Biasa, Bermusuhan Jangan”.
“Esensi dari toleransi sejati adalah menghargai eksistensi keyakinan orang lain tanpa harus mengorbankan akidah diri sendiri,” tuturnya. Perbedaan pandangan politik maupun agama merupakan hal yang sangat lumrah dalam sebuah tatanan masyarakat yang demokratis.
Perkembangan teknologi digital saat ini sayangnya turut memicu cepatnya penyebaran narasi kebencian dan konten provokatif yang dapat merusak kerukunan sosial. Terkait fenomena tersebut, beliau mengingatkan generasi muda agar selalu menerapkan saring sebelum sharing agar tidak mudah terjebak dalam pusaran hoaks yang memecah belah.
Moderasi beragama harus dipandang sebagai jembatan emas untuk memperkuat tali persaudaraan kebangsaan di tengah kemajemukan masyarakat yang sangat dinamis. Melalui pendekatan yang inklusif, setiap pemeluk agama diharapkan dapat hidup berdampingan secara damai serta saling bergotong royong dalam kebaikan sosial.
Khikam Aziz juga mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip, berbeda itu adalah hal biasa, namun bermusuhan harus dihindari. Dengan menjaga komitmen kebersamaan ini, bangsa Indonesia optimis dapat terus melangkah maju menjadi negara yang aman, harmonis, dan berdaulat. (Khofifah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....