Teknik Pernapasan sebagai Emotional Release: Cara Mudah Mengatur Sistem Saraf

  • 30 Mei 2026 13:42 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Emosi adalah suatu bentuk perasaan kompleks dan intens yang dimiliki oleh setiap manusia. Emosi tersebut muncul sebagai respon terhadap suatu situasi atau kejadian, baik dari aspek internal maupun eksternal dan dapat mempengaruhi pikiran, perilaku, dan respons fisiologis seseorang. Berdasarkan sifatnya, emosi dibedakan menjadi dua. Pertama ada emosi positif seperti kebahagiaan, cinta, dan sukacita. Kedua ada emosi negatif seperti kemarahan, ketakutan, dan kesedihan.

Emosi merupakan hal yang alamiah. Namun dalam realitanya, seringkali kita menjumpai situasi dan kondisi yang memicu emosi negatif kita secara tidak terkendali. Jika sudah begitu, tidak jarang orang-orang di sekitar kita mengalami dampak buruknya, bahkan diri kita sendiri pun tidak luput dari kerugian tersebut.

Untuk dapat mengelola emosi secara positif, terdapat istilah emotional release. Emotional release merupakan suatu proses untuk melepaskan emosi yang terpendam, terutama yang sifatnya negatif, untuk dapat mencapai rasa kedamaian mental dan emosional.

Lantas, bagaimana cara kita agar dapat melakukan emotional release tersebut? Salah satu cara paling sederhana yang dapat dengan mudah dilakukan oleh semua orang jika berada dalam kondisi emosi yang buruk, ialah bernapas.

Mungkin terdengar sangat basic, tetapi bernapas justru menjadi aspek paling fundamental dalam kerja tubuh kita. Dengan menerapkan teknik pernapasan tertentu, hal itu dapat menjadi emotional release yang menenangkan.

Menurut Gobind Vashdev, seorang instruktur latihan pernapasan yang memegang sertifikasi berbagai teknik pernapasan, ada 2 tips pernapasan yang dapat dilakukan saat kita sedang merasakan emosi yang negatif.

1. LSD (Love Silence dan Divinity)

LSD Breathing merupakan suatu teknik pernapasan yang memiliki tujuan untuk membantu seseorang mencapai ketenangan, kedamaian batin, dan kesadaran diri yang lebih dalam. LSD sendiri merupakan singkatan dari Love, Silence, dan Divinity. Metode ini mengajak seseorang untuk dapat masuk ke dalam kondisi meditatif melalui pernapasan yang terkontrol dan terarah, sehingga teknik ini dapat membantu melepas stres, menenangkan pikiran, serta membangkitkan perasaan cinta dan ketenangan batin.

2. Teknik Buteyko

Buteyko Breathing adalah teknik pernapasan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pernapasan dengan mengontrol kecepatan dan volume napas, yang dikembangkan oleh dokter Ukraina, Konstantin Buteyko, pada tahun 1950-an. Teknik ini melibatkan menarik napas dalam-dalam melalui hidung sambil menutup mulut, dan sering digunakan untuk mengobati berbagai kondisi seperti asma, kecemasan, dan gangguan tidur.

Emosi merupakan respon natural dari dalam diri kita. Sebaiknya memang dirasakan dan dilepaskan, bukan dipendam. Dengan memendam emosi, apalagi jika itu yang bersifat negatif, maka dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik kita.

Cobalah untuk dapat menerapkan teknik pernapasan tersebut. Jika sudah terbiasa, maka hal inipun dapat berdampak positif dan memberi kemudahan tersendiri bagi kita dalam melepaskan emosi secara baik dan damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....