Pramuka Sarana Bentuk Karakter Pemimpin Masa Depan
- 28 Mei 2026 11:32 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Kegiatan kepramukaan dinilai memiliki kontribusi besar sebagai sarana efektif untuk mengasah nilai kedisiplinan, manajemen waktu, kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), serta pembentukan karakter kepemimpinan generasi muda di masa depan. Isu krusial ini dibahas secara interaktif di "Sore Ceria Bersama Pramuka" bertajuk "Pramuka Hari Ini, Pemimpin di Masa Depan" yang menghadirkan tiga pengurus dewan ambalan dari SMK Ma'arif NU 1 Cilongok pada, Senin, (18/5/2026).
Ketiga narasumber yang hadir tersebut adalah Candra Listyana Dewi (Pradana Putri Ambalan Dewi Sartika), Rizki Agus Prasetyo (Pemangku Adat Putra Ambalan Sunan Giri), dan Tiara Nur Setiani (Pemangku Adat Putri Ambalan Dewi Sartika). Mereka memaparkan bahwa struktur organisasi kepramukaan di sekolah mereka dirancang secara sistematis dengan pembagian bidang kerja yang saling melengkapi. Bidang-bidang tersebut meliputi Kajian Kepramukaan (Kajpram) sebagai pencari materi, Kegiatan Pramuka (Giatpram) sebagai pengonsep acara, Pengabdian Masyarakat (Abdimas) sebagai publikasi, serta Evaluasi dan Pengembangan (Evabang) yang berfungsi mengevaluasi jalannya kegiatan.
"Pramuka bukan hanya sekadar kegiatan ekstrakurikuler biasa, melainkan tempat kami belajar memanajemen organisasi secara profesional. Melalui berbagai peran yang kami emban, kami dilatih untuk memiliki tanggung jawab besar, melatih mental, dan berkomunikasi dengan baik, yang kesemuanya menjadi bekal penting (value) untuk menghadapi dunia kerja serta relasi sosial di masa depan," ujar Pradana Putri SMK Ma'arif NU 1 Cilongok, Candra Lisana Dewi.
Selain manajemen organisasi, peran menjaga kedisiplinan anggota dikawal ketat oleh posisi pemangku adat ambalan. Rizki Agus Prasetya dan Tiara Nur Setiani menjelaskan bahwa pemangku adat bertugas memelihara tata krama dan adat istiadat kepramukaan agar tetap berjalan sesuai pakem (rule). Beberapa aturan adat yang wajib dijaga di ambalan mereka antara lain mekanisme pemasangan Tanda Kecakapan Umum (TKU) yang harus diawali dari sebelah kanan dan dilepas dari sebelah kiri, etika keluar masuk ruangan dengan ketukan tiga kali serta penghormatan pada bendera, hingga aturan baris-berbaris bagi peserta didik selama kegiatan luar ruangan.
Ketiga narasumber yang akan segera memasuki masa purna tugas ini menyampaikan harapan agar generasi penerus (Angkatan 31) dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi kepramukaan SMK Ma'arif NU 1 Cilongok. Bagi masyarakat atau sesama pelajar yang ingin memantau ragam aktivitas kepramukaan mereka yang edukatif, seluruh dokumentasi kegiatan rutin dipublikasikan secara kreatif melalui akun media sosial resmi Instagram dan TikTok di @ScotSatgisar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....