Tantangan Pendidikan Anak di Era Digital

  • 20 Mei 2026 07:00 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto — Orang tua diminta lebih bijak mendampingi anak menghadapi pengaruh media sosial dan penggunaan gadget sejak usia dini. Hal tersebut dibahas dalam program Pengarusutamaan Gender Pro 1 RRI Purwokerto bertema “Mothers Shape True Learners”, Senin (18/5/2026).

Dosen Bahasa Inggris UNUGHA, Erina Hastuti, S.S., M.Pd., mengatakan pendekatan pendidikan anak harus disesuaikan dengan fase usia. Untuk anak balita di bawah lima tahun, penggunaan gadget sebaiknya diminimalisir agar perkembangan sosial dan emosional anak tetap optimal.

Menurutnya, mendidik anak ibarat memainkan layangan yang memerlukan keseimbangan antara pengawasan dan kebebasan. Anak tidak boleh dibiarkan tanpa kontrol, tetapi juga tidak terus-menerus ditekan.

Selain kehadiran ibu, peran ayah disebut penting dalam membangun suasana rumah yang hangat. Kehadiran emosional dan perhatian dari kedua orang tua diyakini dapat memperkuat karakter anak di tengah derasnya pengaruh dunia digital.

Sekretaris Program Pascasarjana UNUGHA, Dr. M. Khanif, M.Pd.B.I., menambahkan bahwa perbedaan pendapat antara anak dan orang tua merupakan tanda berkembangnya kemampuan berpikir kritis anak. Karena itu, komunikasi positif perlu dibangun tanpa sikap mendikte.

Ia menyarankan orang tua mengajak anak berdiskusi secara terbuka, termasuk memperlihatkan langsung realitas profesi yang diminati anak sebagai bahan pertimbangan bersama. Dengan cara itu, anak dapat belajar mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Dialog interaktif tersebut juga menghadirkan berbagai pertanyaan pendengar mengenai pola asuh, pembentukan karakter, hingga pentingnya komunikasi keluarga dalam mendidik anak di era modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....