Belajar dari Lukmanul Hakim: Mendidik dengan Cinta dan Kesadaran

  • 07 Mei 2026 06:59 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Bagaimana orang tua membentuk kebiasaan baik, menanamkan kemandirian iman, serta membangun kontrol diri anak di tengah tantangan zaman menuntut peran aktif keluarga agar nilai tidak berhenti pada nasehat, tetapi menjadi karakter. Dalam dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto kembali hadir bersama Ustazah Hj. Sri Ningsih, S.Pd., M.Si. yang membahas tema ”Belajar dari Lukmanul Hakim dalam Mendidik Anak Bagian 3”. Pembahasan kali ini merupakan lanjutan dari pembahasan Q.S Lukman ayat 14 dan 15 sebelumnya.

”Di ayat selanjutnya, yaitu 16 dan 17, terdapat beberapa hal dari ajaran Allah Swt tentang bagaimana lukman kepada anaknya menanamkan sikap muraqabah, mendirikan solat, berbuat yang makruf dan menjauhi yang munkar, serta bersabar,di ayat 16 ini berisi apa yang harus ditanamkan kepada anak-anak kita dan juga kepada diri kita bahwa Allah itu senantiasa mengawasi kita,” jelasn Ustazah Ning.

Kemudian, di ayat 17, Allah memerintahkan lewat ukman kepada anaknya untuk mendirikan solat karena solat itu merupakan tiang agama. Sebab, seorang Muslim ditandai oleh solatnya.. Selain itu dalam ayat tersebut juga memerintahkan untuk berbuat yang makruf. Berbuat yang makruf adalah berbuat yang baik, berbuat yang diridai oleh Allah, yang bermanfaat untuk orang lain, dan cegahlah dari yang munkar, termasuk juga memberi kritik yang membangun.

”Di sini Allah memerintahkan lewat ayat 17 ini, Lukman memerintahkan kepada anaknya dirikanlah solat karena solat itu merupakan tiang agama. Jadi, seorang Muslim itu ditandai oleh solatnya. Kemudian, dalam ayat tersebut untuk berbuat yang makruf, berbuat yang makruf adalah berbuat yang baik, berbuat yang diridai oleh Allah, yang bermanfaat untuk orang lain, dan cegahlah dari yang munkar, termasuk juga memberi kritik yang membangun,” Terang Ustazah Ning.

Selanjutnya, yaitu perintah untuk bersabar terhadap sesuatu yang menimpat kita. Sabar dalam ketaatan, sabar dalam menghadapi kemaksiatan, dan sabar dalam menghadapi musibah.

”Selanjutnya bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Perbuatan sabar itu termasuk perbuatan yang tidak mudah untuk dilakukan, karena kebanyakan dari kita tidak suka diuji dengan sesuatu yang tidak enak. Sabar dalam keataatan, walaupun berat maka kita harus taat, sabar dalam kemaksiatan, walaupun hati terdorong untuk melakukan kemaksiatan, kemudian sabar dalam menghapi musibah,” Tambahnya.

Dengan demikian, peran orang tua dalam membentuk kebiasaan baik, menanamkan kemandirian iman, serta membangun kontrol diri pada anak di Islam sendiri termuat dalam Q.S Lukman, di antaranya perintah untuk bersikap muraqabah, perintah untukmendirikan solat, berbuat ynag makruf dan menjauhi yang munkar, serta bersabar yang terdapat dalam ayat 16 dan 17. (Helmalia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....