SEF Technic: Teknik Penyembuhan Emosi dengan Sentuhan Spiritual

  • 06 Mei 2026 13:06 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Menjalani kehidupan memang tidak mudah. Seringkali ada permasalahan yang menjumpai dan mengharuskan diri kita untuk dapat menerimanya, menyelesaikannya, atau sekadar berdamai dengannya.

Emosi yang ditimbulkan dari konflik permasalahan tersebut, tak jarang menyisakan perasaan-perasaan tak nyaman yang terus menghinggapi pikiran dan hati. Diri yang sebenarnya sudah berusaha untuk ikhlas memaafkan, tetap tak bisa mengubah kenyataan bahwa rasa kecewa masih tetap ada.

Berkaitan dengan persoalan ini, dikupas dalam dialog Jelita di Pro 1 RRI Purwokerto oleh Dr. Ns. Rahmaya Nova Handayani, S.Kep.,MSc.,Sp.Kep.MB yang merupakan Kepala Prodi D4 Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa Purwokerto. Dokter yang biasa disapa dengan Nova ini membagikan pandangan dan pengetahuannya mengenai cara suatu individu dapat mencapai titik menerima dan berserah diri pada Tuhan agar hidup yang sebelumnya terasa berat, dapat lebih ringan dijalani.

Dr. Nova mengatakan bahwa terdapat cara non farmakologi atau suatu terapi pengobatan yang dilakukan tanpa menggunakan obat-obatan untuk dapat menyembuhkan atau meredakan penyakit hati dan jiwa. Cara tersebut bernama Spiritual Emotional Freedom Technic atau biasa disingkat dengan SEF Technic.

Melalui SEF Technic, Dr. Nova mengajak kita untuk dapat memulai proses penyembuhan dari titik spiritual diri. “SEF itu merupakan kombinasi dari puluhan teknik. Sakit fisik itu sendiri dapat disembuhkan dengan doa, karena doa adalah suatu hal yang sangat kuat atau powerful”, tutur Dr. Nova. Ia pun menambahkan bahwa 90% sakit fisik itu dapat disebabkan oleh pikiran yang stres. Jadi, jika kita kecewa lalu terus berlarut-larut memikirkannya, maka akan menganggu keseimbangan tubuh kita yang bernama homeostasis.

Terdapat 3 tahapan dalam teknik SEF yang terdiri dari Set Up, Tune In, dan Taping. “Set Up ialah fase di mana kita dapat mengikhlaskan atau menerima kondisi kita. Rasakan kecewa dan sakit itu lalu serahkan kepada-Nya. Tune in adalah fase flashback kekecewaan negatif tersebut untuk dapat direnungi, bukan dihilangkan atau dilupakan paksa. Kemudian Taping adalah fase di mana kita mulai bangkit dan mengobati diri sendiri melalui afirmasi positif dan pembukaan energi dari 9 titik energi yang ada di tubuh kita”, jelas Dr. Nova.

9 titik energi tersebut berada di ujung kepala, pangkal alis, pelipis, bawah mata, area antara hidung dan mulut, dagu, selangka, antara ketiak dan dada, serta bawah dada. Dr. Nova mengatakan sembari menepuk-nepuk area tersebut menggunakan telunjuk, dapat sambil berdoa kepada Tuhan menggunakan kalimat positif sebagai sugesti kepada diri sendiri.

Terakhir, Dr. Nova pun mengingatkan agar kita berhasil melewati 3 fase teknik SEF tersebut maka harus dipastikan agar kondisi diri kita telah memenuhi 5 kriteria berikut ini:

  1. Yakin. Segala kondisi yang terjadi itu karena takdir Allah dan pasti kita akan ditemani dan dibantu oleh-Nya asal kita percaya dan mau berusaha.
  2. Khusyuk dan fokus. Tentunya hal ini penting untuk diterapkan selama berusaha, agar kita fokus pada tujuan dan rida-Nya.
  3. Berusaha. Tentunya hal ini adalah hal yang wajib kita lakukan sebagai manusia dan hamba Tuhan. Satu hal yang penting dari ujian yang diberikan di dunia itu bukanlah berorientasi pada keberhasilan kita dalam melewati cobaan tersebut, tapi seberapa kuat kita berusaha dan mencoba,
  4. Pasrah atau berserah diri. Dengan kita menyerahkan segala kekhawatiran dan kecemasan kita pada Tuhan, maka tentunya akan mendatangkan kedamaian internal tersendiri bagi kondisi jiwa kita.
  5. Syukur. Cobalah untuk dapat berpikir positif kepada Tuhan bahwa Ia memilih kita untuk melewati cobaan tersebut supaya kita bisa lebih kuat, dosa kita lebih berkurang, derajat kita lebih tinggi, dan sebagainya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....